UIMUIM

UIM | Jurnal Aplikasi Teknologi Informasi dan Manajemen (JATIM)UIM | Jurnal Aplikasi Teknologi Informasi dan Manajemen (JATIM)

Badan keamanan laut atau disebut Bakamla adalah sebuah lembaga yang memiliki tugas untuk melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia. Bakamla memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, untuk itu Bakamla memerlukan Executive Information System (EIS) berbasis komputer yang interaktif sehingga pihak eksekutif bisa mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang bersifat strategis. Tujuan penelitian ini adalah membangun prototipe EIS untuk memonitor tingkat kejahatan di laut Indonesia, aplikasi ini dibangun dengan metode waterfall yaitu sebuah desain proses yang sekuensial dimana dalam prosesnya terlihat seperti aliran air terjun dari proses perancangan konsep, identifikasi proyek, analisis, desain, coding, testing, implementasi dan perawatan. EIS yang dibangun telah mampu mengintegrasikan data yang berasal dari internal dan eksternal dengan output laporan yang berguna untuk menemukan alternatif solusi terbaik bagi manajer dan eksekutif. Hasil laporan EIS tentang pelanggaran sepanjang tahun 2016 berada di wilayah barat dengan jumlah total 165 kejahatan, wilayah tengah dengan total 118 kejahatan dan wilayah timur dengan total 64 kejahatan. EIS yang dirancang diharapkan dapat memberikan informasi kepada eksekutif untuk mengambil keputusan yang strategis dalam peningkatan pengawasan dan pengamanan laut Indonesia.

Dengan adanya EIS, para eksekutif dapat memperoleh informasi strategis mengenai kejahatan di laut Indonesia secara lebih mudah dan cepat dari data operasional.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa EIS telah memenuhi kebutuhan pengguna dalam memantau tingkat kejahatan di laut Indonesia.Informasi disajikan dalam bentuk peta distribusi dan laporan yang mendukung pengambilan keputusan kebijakan, meskipun aplikasi perlu dioptimalkan terutama dalam waktu respons antara aplikasi dan database.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi teknologi real-time monitoring seperti AIS (Automatic Identification System) dan satelit ke dalam EIS untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu pelaporan kejadian pelanggaran di laut. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam EIS untuk memprediksi wilayah rawan kejahatan berbasis pola historis pelanggaran, sehingga dapat mendukung perencanaan operasi preventif. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang efektivitas mekanisme validasi data lintas lembaga dalam EIS, termasuk otorisasi akses dan alur kerja pelaporan, untuk memastikan konsistensi dan akuntabilitas data dari 12 instansi penegak hukum laut. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat kapasitas EIS sebagai sistem pendukung keputusan strategis yang andal dan adaptif terhadap dinamika ancaman keamanan maritim yang terus berkembang. Dengan pendekatan yang lebih canggih dan terintegrasi, sistem ini tidak hanya merespons kejadian, tetapi juga mampu mencegah ancaman sebelum terjadi secara lebih proaktif dan terkoordinasi.

Read online
File size888.45 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test