UNBINUNBIN

Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)

Tingginya konsumsi air dalam kegiatan pertanian sering disebabkan oleh metode penyiraman manual yang tidak memperhatikan kondisi kelembapan tanah dan prediksi hujan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah dan prediksi hujan menggunakan logika fuzzy untuk mengatur aliran air berdasarkan kondisi lingkungan aktual. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah kapasitif, relay 5V, dan pompa air mini. Data prediksi hujan diperoleh dari API OpenWeatherMap, sedangkan aplikasi Blynk digunakan sebagai antarmuka pemantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pengujian fungsionalitas, akurasi, dan efisiensi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor kelembapan memiliki akurasi sebesar 90%, sistem mampu menghemat air sebesar 13,33% dibandingkan metode manual, serta seluruh fungsi sistem berjalan dengan tingkat keberhasilan 100%. Evaluasi pengguna menunjukkan skor rata-rata 4,3 dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, sistem penyiraman otomatis berbasis IoT menggunakan logika fuzzy terbukti efisien, akurat, dan layak digunakan untuk mendukung pertanian modern berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan logika fuzzy telah berfungsi dengan baik dan memenuhi tujuan penelitian.Sistem mampu membaca kelembapan tanah secara real-time, mengambil data prediksi hujan dari API OpenWeatherMap, serta mengendalikan penyiraman secara otomatis berdasarkan hasil inferensi logika fuzzy.Pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, akurasi sensor 94,16%, dan penghematan air sebesar 13,33%.Sistem ini terbukti efektif, efisien, dan layak digunakan untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, pengembangan sistem dengan fitur pembagian zona penyiraman (multi-zone irrigation) dapat meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi penyiraman pada lahan pertanian yang lebih luas. Kedua, integrasi sensor curah hujan lokal dapat meningkatkan akurasi prediksi cuaca dan pengambilan keputusan penyiraman, terutama pada daerah dengan kondisi mikro-iklim yang bervariasi. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem yang dapat bekerja dengan sumber energi mandiri seperti panel surya, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber listrik konvensional dan meningkatkan keberlanjutan sistem. Pengembangan ini akan memungkinkan sistem penyiraman otomatis menjadi solusi yang lebih komprehensif dan adaptif untuk mendukung pertanian cerdas dan berkelanjutan, serta dapat diimplementasikan secara luas di berbagai kondisi lingkungan dan skala pertanian.

  1. Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Menggunakan Logika Fuzzy Berbasis Sensor Kelembapan Tanah dan... ejournal-unbin.id/index.php/jskom/article/view/76Sistem Penyiraman Tanaman OtomatisAMenggunakan Logika Fuzzy Berbasis Sensor Kelembapan TanahAdan ejournal unbin index php jskom article view 76
Read online
File size622.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test