RIAURIAU

IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan InovasiIPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi

Ukuran batubara semakin kecil mampu meningkatkan efisiensi kerja boiler pembangkit listrik, namun untuk mendapatkan ukuran tersebut diperlukan metode yang mampu memprediksi ukuran yang dihasilkan. Eksperimental metode iterasi momentum disajikan, dimana dibangun melalui eksperimental fragmentasi sampel batubara berukuran 1mm3 dan 10mm3 menjadi serbuk dengan dinding landasan pejal berbentuk parabolic. Kemudian proses analisis dengan pengiraan secara matematik dilakukan, dan membuktikan bahwa iterasi momentum per millimeter skala dapat menentukan ukuran akhir batubara yang dihasilkan. Bermula dari 1 fragment batubara berukuran 1mm3 dan 10mm3 menjadi 5.314.410 fragments dengan ukuran masing-masing fragments dalam unit millimeter adalah 0.000001852, dan massa setiap fragments dalam kg adalah 0.0000000001. Ini membuktikan bahwa fragments size hingga bentuk serbuk dengan metode iterasi momentum dapat diaplikasikan pada batubara sebagai bahan bakar boiler pembangkit listrik, dan pengolahan sampah tanpa proses pemisahan menjadi partikel skala nanometer untuk meningkatkan nilai fungsi serta nilai guna dari sampah secara tenoekonomi di Provinsi Riau.

Analisis perhitungan iterasi momentum membuktikan bahwa ukuran awal sampel batubara dapat diubah menjadi 5.410 bagian, dengan ukuran masing-masing fragmen sebesar 0.Semakin banyak iterasi momentum dilakukan, ukuran fragmen yang dihasilkan semakin kecil, yang dipengaruhi oleh transformasi iterasi momentum menjadi energi impact sebagai peubah volume dan massa sampel.Model iterasi momentum ini dapat digunakan untuk proses fragmentasi material hingga mencapai bentuk serbuk, termasuk dalam pengolahan sampah tanpa pemisahan skala nanometer, serta meningkatkan nilai fungsi dan nilai guna sampah secara tenoekonomi di Provinsi Riau.

Pertama, perlu dikaji apakah metode iterasi momentum dapat diterapkan pada jenis bahan rapuh selain batubara, seperti limbah konstruksi atau material organik, untuk memperluas cakupan aplikasi fragmentasi menjadi serbuk. Kedua, penting untuk meneliti efisiensi energi dari proses iterasi momentum dalam skala besar, termasuk analisis input energi total dibandingkan dengan ukuran dan homogenitas fragmen akhir, agar dapat dievaluasi kelayakannya untuk penggunaan industri. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang dampak bentuk dan desain dinding landasan parabolik terhadap distribusi ukuran fragmen, guna mengoptimasi alat fragmentasi agar menghasilkan serbuk yang lebih seragam dan efisien secara tenoekonomi di lapangan.

Read online
File size370.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test