UMSUUMSU

Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)

Pada tahun 2022 media dihebohkan dengan drama konflik yang terjadi antara tim Elon Musk dengan Twitter yang menjadi sorotan media online pada saat itu dalam proses akuisisi media sosial berlogo burung biru tersebut. Konflik ini memuncak ketika Elon Musk selaku CEO Tesla dan Space X memutuskan untuk membatalkan perjanjian akuisisi yang telah disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan mengenai konflik yang terjadi antara Elon Musk dengan Twitter dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan M. Gerald Kosicki yang dimuat pada media online CNBC Indonesia dan KOMPAS.COM (edisi 09 Juli-10 Oktober 2022). Hasil penelitian menunjukkan dalam pembingkaian berita tentang konflik Elon Musk dengan Twitter yang ada di media online CNBC Indonesia cenderung lebih memandang Elon Musk sebagai pihak yang dirugikan. Sedangkan isi berita yang terdapat di KOPMAS.COM cenderung berbanding terbalik dengan CNBC Indonesia, berita yang dipublikasikan cenderung memandang Twitter sebagai pihak yang dikhianati dan dirugikan atas perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa framing berita konflik Elon Musk dengan Twitter oleh CNBC Indonesia dan KOMPAS.COM memiliki perbedaan kecenderungan, di mana CNBC Indonesia lebih menonjolkan sudut pandang Elon Musk, sementara KOMPAS.Secara struktur skrip, kedua media telah memenuhi unsur 5W 1H, namun memiliki perbedaan dalam penyajian detail lokasi.Pada aspek tematik, CNBC Indonesia banyak mengutip dari CNBC International, sedangkan KOMPAS.COM menggunakan pola latar informasi berulang dengan rujukan dari The Guardian dan The Verge.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana framing media terhadap tokoh publik dalam konflik bisnis global berbeda antara media lokal dan media internasional, dengan membandingkan pemberitaan dari media Indonesia dan media Amerika Serikat. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak framing berita terhadap persepsi publik di Indonesia, khususnya masyarakat awam media sosial, melalui studi survei atau eksperimen mengenai bagaimana narasi media membentuk opini publik terhadap tokoh seperti Elon Musk. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam bagaimana penggunaan istilah teknis seperti bot, spam, dan akuisisi dalam framing berita memengaruhi pemahaman audiens, serta bagaimana media memilih kata-kata tersebut untuk mengarahkan opini, yang bisa diteliti melalui analisis semiotik terhadap pilihan leksikon dalam pemberitaan konflik serupa di masa depan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan dalam paper ini dengan memberikan gambaran yang lebih luas tentang dinamika framing, pengaruhnya terhadap publik, dan mekanisme pemilihan bahasa dalam media online.

Read online
File size328.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test