POLBANPOLBAN

Sigma-MuSigma-Mu

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok Client Centered dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono. Penelitian ini menggunakan one group pre-test and posttest design. Subjek penelitian ini sebanyak 5 orang siswa yang terkumpul menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa yang memiliki keterbukaan diri yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala keterbukaan diri. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji T menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,002; p < 0,05, yang artinya konseling kelompok Client Centered dapat meningkatkan keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono.

Dalam menangani persoalan keterbukaan diri siswa yang bisa menghalangi tingkat perkembangan yang optimal serta berpengaruh terhadap perkembangannya dalam membentuk hubungan yang lebih matang dengan teman sejawat, maka diberikanlah layanan atau konseling kelompok Client Centered sebagai upaya untuk meningkatkan keterbukaan diri.Hasil pengolahan data yang diperoleh dari kegiatan konseling bersama siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono, mulai dari kegiatan awal hingga akhir konseling kelompok, berdasarkan kaidah pengambilan keputusan dapat dirumuskan dengan menggunakan uji T yang hasil nilai signifikannnya menunjukkan p=0,002.p < 0,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.Berdasarkan hasil tersebut, dapat kita akui bahwa konseling kelompok Client Centered mampu meningkatkan keterbukaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memanfaatkan layanan bimbingan konseling yang berbeda guna meningkatkan keterbukaan diri siswa. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dan sumber referensi untuk penelitian di ranah yang sama, khususnya keterbukaan diri. Untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa, dapat dilakukan dengan cara mempraktikkan keterbukaan diri dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyatakan pikiran dan mengekspresikan perasaan secara tepat. Guru Bimbingan dan Konseling juga dapat bekerja sama dengan guru wali untuk mengontrol perkembangan keterbukaan diri siswa di lingkungan sekolah.

  1. Dampak Penggunaan Twitter Terhadap Pengungkapan Diri Mahasiswa | INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi... doi.org/10.15408/interaksi.v1i1.20878Dampak Penggunaan Twitter Terhadap Pengungkapan Diri Mahasiswa INTERAKSI PERADABAN Jurnal Komunikasi doi 10 15408 interaksi v1i1 20878
Read online
File size547.07 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test