UMKUMK

Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan IslamTa lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, implementasi, evaluasi tingkat keberhasilan, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapan metode At-Takrar (pengulangan sistematis) pada program Tahsin dan Tahfidz Al-Quran di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Kupang. Metode At-Takrar yang secara historis telah digunakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW, diyakini memiliki efektivitas tinggi dalam menjaga dan memperkuat memori hafalan Al-Quran. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang ditujukan kepada dosen pembimbing Tahsin dan Tahfidz, serta mahasiswa peserta program. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi metode At-Takrar di FAI UNMUH Kupang mencakup tiga tahapan integral: Persiapan (yang menekankan fondasi spiritual melalui Niat Ikhlas, Pemberian Motivasi, dan Menjauhi Maksiat), Pengesahan (Tashih), dan Pengulangan (Murajaah). Efektivitas penerapan metode ini terlihat dari adanya peningkatan substansial pada kualitas hafalan mahasiswa, perbaikan kemampuan Tahsin (bacaan yang benar), serta peningkatan pemahaman terhadap ayat-ayat yang dihafal. Meskipun efektif, implementasi metode ini menghadapi beberapa tantangan, terutama yang berkaitan dengan perlunya motivasi yang konsisten dan kuat dari pihak mahasiswa, serta kebutuhan bagi pengajar untuk memfasilitasi variasi pengulangan agar proses belajar tidak menimbulkan kejenuhan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan bahwa metode At-Takrar perlu disinergikan dengan pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi seluler, guna menciptakan proses pengulangan yang lebih interaktif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Implementasi metode At-Takrar pada program Tahsin dan Tahfidz Al-Quran di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang menunjukkan model pedagogi yang terstruktur dan holistik, yang menghasilkan peningkatan kualitas hafalan, kemampuan tahsin, dan pemahaman ayat yang signifikan.Keberhasilan metode ini bersandar pada model hibrida yang secara efektif menyintesis teknik pengulangan kognitif (yang selaras dengan teori spaced repetition) dengan disiplin etika dan spiritual Islam.Pertama, program ini menekankan bahwa fondasi spiritual (Niat Ikhlas, Motivasi, dan Menjauhi Maksiat) adalah prasyarat keberhasilan akademik, mengubah hafalan dari beban menjadi ibadah.Kedua, proses inti menerapkan kontrol kualitas yang ketat melalui sekuens Tasmi, Talaqqi, dan Tahsin, memastikan bahwa akurasi makharij dan tajwid ditetapkan sebelum konsolidasi hafalan, serta melalui mekanisme Tashih yang mencegah penumpukan kesalahan.Ketiga, program ini secara cerdas mengatasi kelemahan memori alami (Prinsip Prioritas Akal) dengan menerapkan Rekayasa Perilaku Spiritual, yaitu mengikat Murajaah dengan ibadah sunnah seperti Shalat Dhuha, sehingga pengulangan menjadi terprioritasi dan istiqamah.

Untuk meningkatkan efektivitas metode At-Takrar, disarankan untuk mengembangkan strategi motivasi yang inovatif dan berkelanjutan, terutama dalam konteks pendidikan agama Islam. Selain itu, perlu ada upaya untuk mengintegrasikan teknologi, seperti aplikasi seluler, dalam proses pengulangan agar lebih interaktif dan menarik bagi mahasiswa. Terakhir, penting untuk terus mengembangkan dan memperkuat fondasi spiritual mahasiswa, termasuk melalui penguatan coaching spiritual dan pengawasan penyia-nyiaan waktu, serta mempertahankan kedisiplinan akhlak di lingkungan kampus.

Read online
File size409.39 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test