UncenUncen
Papua Journal of Diplomacy and International RelationsPapua Journal of Diplomacy and International RelationsArtikel ini memaparkan bukti pelaksanaan tindakan genosida oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat sejak periode pendudukan militer 1962–63. Melalui kerangka Konvensi Genosida 1948, penulis menunjukkan adanya unsur kelompok (orang Papua) dan pelaksanaan tindakan (pembunuhan, penyiksaan, penghilangan, penggusuran, dan pemisahan anak). Laboratorium data historis dan kontemporer—termasuk laporan Yahudi, laporan hak asasi manusia, dan video penyiksaan—mencakup bukti kuat bahwa kebijakan tersebut berupaya menghancurkan partai pemuncak Papua Barat yang pro‑kemerdekaan, sehingga memenuhi elemen kesungguhan (intent) yang diatur dalam Konvensi. Hasil analisis menegaskan bahwa luka-luka sistematis ini berkepanjangan, menambah beban penderitaan, dan menimbulkan pertanyaan kritis tentang peran komunitas internasional dalam menanggapi pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Konflik di Papua Barat terus mengarah pada penegasan kekuasaan militer Indonesia dan persenjataan terhadap kelompok pro‑kemerdekaan.Penyebaran informasi melalui media sosial dan internet telah membuka mata dunia mengenai pelanggaran ini, sekaligus memaksa Indonesia dan negara lain untuk menghadapi kenyataan bahwa kebijakan pendudukan masih berlanjut.Jika Indonesia tidak menyesuaikan kebijakan dan mengakui hak-hak dan aspirasi Papua Barat, kemungkinan akan terjadi lonjakan protes dan tuntutan kemerdekaan yang lebih luas, yang pada gilirannya dapat memperburuk hubungan internasional dan imajining bangsa.Oleh karena itu, perlu adanya upaya diplomatik yang tegas serta evaluasi hukum internasional guna menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Dalam rangka memperluas pemahaman tentang dampak kebijakan genosida, peneliti dapat memusatkan perhatian pada tiga bidang: (1) karya empiris yang meneliti hubungan antara migrasi pendatang non‑Papua dan intensitas pelanggaran hak asasi manusia, dengan menanyakan apakah peningkatan populasi pendatang memperparah kondisi kemanusiaan dan memperluas ruang gerak militer; (2) studi komparatif yang membandingkan mekanisme penegakan hukum dan peran lembaga peradilan antara Papua Barat dan wilayah perkotaan Indonesia, bertujuan menilai apakah sistem hukum yang ada mampu menindak pelaku pelanggaran dan memberikan keadilan bagi korban; dan (3) evaluasi kebijakan kebebasan berbicara dan akses informasi di Papua Barat, dengan menanyakan sejauh mana kebebasan media dan media sosial dapat memengaruhi persepsi publik, memperkuat solidaritas internasional, serta membuka jalur dialog antara pihak berwenang dan masyarakat sipil. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi kebijakan internasional, memfasilitasi pemulihan hak asasi manusia, dan menegaskan peran komunitas multilateral dalam menanggapi situasi genosida yang berlangsung secara bertahaman.
- Indonesia's Interests in the Pacific Region | Jurnal Multidisiplin Madani. interests pacific region... journal.formosapublisher.org/index.php/mudima/article/view/8028Indonesias Interests in the Pacific Region Jurnal Multidisiplin Madani interests pacific region journal formosapublisher index php mudima article view 8028
- "The Papua Conflict: The Different Perspectives of The Indonesian Government and International Communities"... doi.org/10.7454/global.v24i2.1253The Papua Conflict The Different Perspectives of The Indonesian Government and International Communities doi 10 7454 global v24i2 1253
- From Jakarta to Oceania: Indonesia’s Cultural Diplomacy with the South Pacific - Baiq Wardhani,... doi.org/10.1177/23477970231152011From Jakarta to Oceania IndonesiaAos Cultural Diplomacy with the South Pacific Baiq Wardhani doi 10 1177 23477970231152011
| File size | 277.4 KB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
DOKICTIDOKICTI Namun, pada minggu kedua frekuensi tidur larut malam menurun menjadi dua kali dan memenuhi target keberhasilan yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkanNamun, pada minggu kedua frekuensi tidur larut malam menurun menjadi dua kali dan memenuhi target keberhasilan yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkan
DOKICTIDOKICTI Intervensi positif berupa penguatan sosial (pujian verbal) dan penguatan nyata (hadiah kopi) diterapkan untuk meningkatkan frekuensi olahraga mahasiswaIntervensi positif berupa penguatan sosial (pujian verbal) dan penguatan nyata (hadiah kopi) diterapkan untuk meningkatkan frekuensi olahraga mahasiswa
DOKICTIDOKICTI Hasil pemantauan menunjukkan penurunan frekuensi perilaku mengelupas kulit bibir dari maksimum enam kali per hari menjadi dua kali per hari setelah penerapanHasil pemantauan menunjukkan penurunan frekuensi perilaku mengelupas kulit bibir dari maksimum enam kali per hari menjadi dua kali per hari setelah penerapan
DOKICTIDOKICTI Studi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakatStudi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakat
DOKICTIDOKICTI Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan positive reinforcement dengan pendekatan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) efektif sebagaiPenelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan positive reinforcement dengan pendekatan Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) efektif sebagai
DOKICTIDOKICTI Fenomena ini sering dikaitkan dengan Fear of Missing Out (FOMO) dan Boredom Proneness. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh FOMO terhadapFenomena ini sering dikaitkan dengan Fear of Missing Out (FOMO) dan Boredom Proneness. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh FOMO terhadap
DOKICTIDOKICTI Penelitian ini menyimpulkan bahwa istighfar berperan efektif sebagai strategi menghadapi tekanan akademik dan emosi negatif pada mahasiswa. PartisipanPenelitian ini menyimpulkan bahwa istighfar berperan efektif sebagai strategi menghadapi tekanan akademik dan emosi negatif pada mahasiswa. Partisipan
DOKICTIDOKICTI Penelitian ini menunjukkan bahwa shalat memiliki peran penting dalam regulasi emosi pada remaja. Subjek penelitian memanfaatkan shalat baik sebelum maupunPenelitian ini menunjukkan bahwa shalat memiliki peran penting dalam regulasi emosi pada remaja. Subjek penelitian memanfaatkan shalat baik sebelum maupun
Useful /
DJOURNALSDJOURNALS Metode pengembangan yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan tahapan perencanaan perancangan, implementasi dan pengujian. PadaMetode pengembangan yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan tahapan perencanaan perancangan, implementasi dan pengujian. Pada
DJOURNALSDJOURNALS Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan prototyping melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam denganMetode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan prototyping melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan
DJOURNALSDJOURNALS Produktivitas tanaman jagung dapat menurun secara signifikan akibat serangan penyakit pada daun yang sering kali tidak terdeteksi secara dini oleh paraProduktivitas tanaman jagung dapat menurun secara signifikan akibat serangan penyakit pada daun yang sering kali tidak terdeteksi secara dini oleh para
UBUB Hasilnya menunjukkan adanya empat saluran pemasaran, di mana saluran kedua—petani- Gapoktan—menjadi paling efisien, memiliki margin pemasaran rendah,Hasilnya menunjukkan adanya empat saluran pemasaran, di mana saluran kedua—petani- Gapoktan—menjadi paling efisien, memiliki margin pemasaran rendah,