UncenUncen

Papua Journal of Diplomacy and International RelationsPapua Journal of Diplomacy and International Relations

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memotivasi Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan preferensial dengan Pakistan pada tahun 2012. Alasan yang mendorong kerjasama Indonesia‑Pakistan meliputi upaya meningkatkan kerja sama serta memperluas perjanjian perdagangan bebas. Penelitian ini juga menjelaskan proses awal negosiasi Indonesia‑Pakistan mengenai Framework on Comprehensive Economic Partnership (FACEP) yang ditandatangani pada tahun 2005, baik dari segi perkembangan maupun ruang lingkup negosiasi.

Selain dari ingin mengurangi ketergantungan GSP dari negara maju, dapat disimpulkan bahwa penandatangan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia dengan Pakistan dikarenakan banyaknya kesamaan yang dimiliki oleh kedua negara, sehingga mempermudah dalam meningkatkan kerjasama, adanya peluang dalam peningkatan ekspor‑ekspor ungggulan Indonesia di pasar Pakistan, seperti CPO dan produk unggulan lainnya, produk‑produk dari Indonesia dapat bersaing dengan negara lain baik di Pakistan, Indonesianya sendiri dan dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara khususnya di sektor ekonomi dan tentunya sebagai akses menuju bentuk perdagangan yang lebih luas diantara kedua negara, perdagangan bebas (free trade).

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara komparatif bagaimana dampak Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia‑Pakistan terhadap pertumbuhan ekspor komoditas non‑migas, khususnya kelapa sawit, dibandingkan dengan negara D‑8 lainnya; penelitian ini dapat menggunakan data perdagangan tahunan sejak penandatanganan PTA dan metode regresi panel untuk menguji perbedaan tingkat pertumbuhan. Selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di kedua negara terhadap hambatan non‑tarif yang muncul setelah implementasi PTA, dengan melakukan wawancara mendalam dan analisis tematik untuk mengidentifikasi kendala utama serta strategi adaptasi. Terakhir, penelitian kebijakan dapat menilai efektivitas mekanisme monitoring dan evaluasi yang diterapkan oleh komite negosiasi perdagangan (TNC) dalam mengatasi perbedaan permintaan tarif, dengan membandingkan proses pengambilan keputusan PTA Indonesia‑Pakistan dengan mekanisme serupa pada perjanjian perdagangan bilateral lainnya, guna memberikan rekomendasi perbaikan prosedural. Selain itu, analisis komparatif terhadap efektivitas penggunaan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) Indonesia dengan negara maju versus fasilitas PTA dengan negara berkembang dapat mengungkap perbedaan dampak pada diversifikasi produk ekspor. Penelitian selanjutnya juga dapat mengevaluasi peran institusi bilateral, seperti Kedutaan Besar dan konsulat, dalam memfasilitasi pertukaran informasi perdagangan serta mengurangi asimetri pengetahuan antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan.

  1. 0. loading ce site utilise anubis un outil qui filtre les robots nuisibles nous rifions actuellement... doi.org/10.4000/chinaperspectives.60410 loading ce site utilise anubis un outil qui filtre les robots nuisibles nous rifions actuellement doi 10 4000 chinaperspectives 6041
  2. ANALISIS KEPENTINGAN INDONESIA BERGABUNG DALAM APEC | Restilia | Jurnal Polinter : Kajian Politik dan... doi.org/10.52447/polinter.v1i1.64ANALISIS KEPENTINGAN INDONESIA BERGABUNG DALAM APEC Restilia Jurnal Polinter Kajian Politik dan doi 10 52447 polinter v1i1 64
Read online
File size97.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test