UTUUTU

International Journal of Education, Language, and ReligionInternational Journal of Education, Language, and Religion

Penelitian ini mengkaji peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) di Pondok Pesantren Almuslimun di Aceh Utara, dengan fokus pada dampaknya terhadap pedagogi dan pembelajaran siswa. Dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2025, penelitian ini melibatkan enam guru Bahasa Inggris—tiga dari sekolah menengah pertama dan tiga dari sekolah menengah atas—untuk mengeksplorasi pengalaman mereka dengan perangkat AI. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan jurnal refleksi guru, memberikan wawasan tentang bagaimana AI meningkatkan ELT. Temuan menunjukkan bahwa AI memfasilitasi pembelajaran personal melalui adaptasi konten terhadap kebutuhan individu siswa, meningkatkan keterlibatan melalui aplikasi interaktif seperti chatbot pembelajaran bahasa, dan meningkatkan efisiensi pengajaran melalui penilaian dan umpan balik otomatis. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan pelatihan guru, dan kebutuhan untuk menyelaraskan penggunaan AI dengan nilai-nilai pendidikan Islam juga teridentifikasi. Studi ini menggarisbawahi potensi AI untuk mentransformasi pendidikan bahasa di pondok pesantren sambil menekankan pentingnya implementasi yang peka terhadap konteks. Rekomendasi praktis diberikan untuk membantu pendidik dan pembuat kebijakan mengintegrasikan AI secara efektif, memastikan bahwa AI melengkapi metode pengajaran tradisional tanpa mengorbankan etos budaya dan agama sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang AI dalam pendidikan, khususnya di institusi berbasis agama, di mana adopsi teknologi harus mencapai keseimbangan antara inovasi dan nilai-nilai institusional.

Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI dalam Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) secara signifikan dapat meningkatkan pembelajaran personal dan keterlibatan siswa, bahkan di lingkungan pendidikan yang konservatif.Meskipun demikian, studi ini juga menemukan tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, kesenjangan pelatihan guru, dan akses perangkat yang tidak merata.Namun, dengan dukungan institusional dan perencanaan yang cermat, AI dapat diintegrasikan secara efektif di pondok pesantren, menunjukkan bahwa AI tidak bertentangan dengan pendidikan berbasis agama jika selaras dengan tujuan pedagogis dan nilai budaya.

Studi ini menunjukkan potensi AI dalam pengajaran bahasa Inggris di pesantren, namun juga menyoroti sejumlah tantangan yang membuka peluang penelitian lanjutan. Pertama, diperlukan penelitian mendalam mengenai pengembangan dan implementasi solusi AI yang adaptif terhadap keterbatasan infrastruktur, seperti akses internet yang tidak stabil dan ketersediaan perangkat. Bagaimana model AI yang ringan atau aplikasi yang dapat beroperasi secara offline dapat dirancang dan diuji efektivitasnya dalam konteks pesantren yang terpencil, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi pengalaman belajar siswa dan efisiensi pengajaran? Kedua, sangat penting untuk menyelidiki model pelatihan profesional guru yang komprehensif dan berkelanjutan, yang dirancang khusus untuk konteks pendidikan berbasis agama. Penelitian dapat mengeksplorasi modul pelatihan yang tidak hanya meningkatkan literasi digital dan keterampilan pedagogis AI guru, tetapi juga membekali mereka dengan kerangka etika untuk mengintegrasikan teknologi ini secara harmonis dengan nilai-nilai Islam dan peran guru sebagai pembimbing spiritual. Ketiga, perlu adanya studi longitudinal yang mengkaji dampak jangka panjang dari integrasi AI terhadap perkembangan holistik siswa—baik dari segi akademik, moral, maupun spiritual—serta bagaimana dinamika hubungan guru-siswa beradaptasi dalam lingkungan belajar yang semakin teraugmentasi AI. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan panduan yang lebih kuat bagi pondok pesantren untuk memanfaatkan AI secara berkelanjutan, memastikan bahwa inovasi teknologi sejalan dengan misi pendidikan yang utuh dan berlandaskan nilai.

  1. Triangulation 2.0* - Norman K. Denzin, 2012. norman denzin skip main content intended healthcare journal... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1558689812437186Triangulation 2 0 Norman K Denzin 2012 norman denzin skip main content intended healthcare journal journals sagepub doi 10 1177 1558689812437186
  2. Conducting Semi‐Structured Interviews - Handbook of Practical Program Evaluation - Wiley Online... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781119171386.ch19Conducting SemiyAAAaStructured Interviews Handbook of Practical Program Evaluation Wiley Online onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781119171386 ch19
  3. How Jawi Script Influences Religious Attitudes: An Evidence from Aceh | Jurnal Ilmiah Peuradeun. jawi... doi.org/10.26811/peuradeun.v11i2.922How Jawi Script Influences Religious Attitudes An Evidence from Aceh Jurnal Ilmiah Peuradeun jawi doi 10 26811 peuradeun v11i2 922
  4. Exploring the Transformative Impact of Technological Advancements on English Teachers in Rural Areas... jurnal.umbarru.ac.id/index.php/jelita/article/view/898Exploring the Transformative Impact of Technological Advancements on English Teachers in Rural Areas jurnal umbarru ac index php jelita article view 898
Read online
File size449.99 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test