UNISMUNISM
Journal Pharmaceutical Care and SciencesJournal Pharmaceutical Care and SciencesLatar belakang: Jamu adalah obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan. Penggunaan jamu yang semakin lama semakin meningkat menyebabkan beberapa produsen jamu menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam produknya, hal ini tentu berbahaya yang dapat menimbulkan efek samping bagi konsumen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan natrium diklofenak dalam jamu encok. Metode: Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan pendekatan kuantitatif dengan Spektrofotometri UV‑VIS. Hasil: Hasil analisis kualitatif menggunakan KLT pada sampel jamu pegel linu/encok positif mengandung Natrium diklofenak dengan nilai Rf 0,87 dan hasil uji kuantitatif dengan spektrofotometri UV‑Vis didapatkan a sebesar 0,092, b sebesar 0,114, dan r sebesar 0,993 dengan konsentrasi Natrium Diklofenak pada sampel Jamu Pegel Linu sebanyak 18,90 ppm.
Analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan bahwa sampel jamu pegel linu/encok mengandung natrium diklofenak (Rf = 0,87), sedangkan analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV‑Vis memberikan nilai a = 0,092, b = 0,114, r = 0,993 dan konsentrasi 18,90 ppm.Kedua metode tersebut mengonfirmasi keberadaan natrium diklofenak dalam jamu tersebut.Karena mengandung bahan kimia obat, produk jamu pegel linu tidak layak diedarkan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana natrium diklofenak terdapat pada berbagai jenis jamu tradisional yang dipasarkan di wilayah Indonesia, sehingga dapat memberikan gambaran prevalensi kontaminasi BKO secara nasional. Selanjutnya, penting untuk melakukan studi risiko kesehatan yang menilai dampak jangka panjang konsumsi jamu yang terkontaminasi natrium diklofenak, khususnya berkaitan dengan efek gastrointestinal dan potensi komplikasi lain pada konsumen reguler. Akhirnya, pengembangan metode skrining cepat, misalnya dengan menggunakan perangkat spektroskopi portabel atau biosensor, dapat membantu regulator dan penjual dalam mendeteksi keberadaan bahan kimia obat pada jamu secara real‑time di titik penjualan.
| File size | 597.51 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP JBSTKIP JB , perilaku tersebut tidak bisa dipisahkan karena sama sama menggunakan media sosial hanya sebagai tempat kesenangan akan tetapi, ciri konsumtif ini lebih, perilaku tersebut tidak bisa dipisahkan karena sama sama menggunakan media sosial hanya sebagai tempat kesenangan akan tetapi, ciri konsumtif ini lebih
STKIP JBSTKIP JB Pembaca dalam kutipan data di atas dibentuk dengan dua cara yaitu ditampilkan dengan penyapaan secara langsung, pengunaan kata ganti saya. Secara tidakPembaca dalam kutipan data di atas dibentuk dengan dua cara yaitu ditampilkan dengan penyapaan secara langsung, pengunaan kata ganti saya. Secara tidak
STKIP JBSTKIP JB (3) Hambatan pada kesenian kuda lumping masyarakat Desa Turipinggir yaitu mengenai anggaran dana seperti peralatan atau pakaian adat yang kurang memadai.(3) Hambatan pada kesenian kuda lumping masyarakat Desa Turipinggir yaitu mengenai anggaran dana seperti peralatan atau pakaian adat yang kurang memadai.
STKIP JBSTKIP JB Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis gaya bicara yang digunakan dalam kelas EFL, kecuali gaya Intimate. Pemanfaatan gaya bicara yangHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis gaya bicara yang digunakan dalam kelas EFL, kecuali gaya Intimate. Pemanfaatan gaya bicara yang
STKIP JBSTKIP JB Seni orisinal masyarakat, seperti gamelan degung, perkusi dengan idiom gembyung, dan tembang kaulinan, dihidupkan kembali dalam pementasan ini sebagaiSeni orisinal masyarakat, seperti gamelan degung, perkusi dengan idiom gembyung, dan tembang kaulinan, dihidupkan kembali dalam pementasan ini sebagai
STKIP JBSTKIP JB Dalam pengabdian tahap keempat selain membuat ar bangun ruang kubus dan balok, bapak ibu guru juga dilatih untuk bisa mempublikasikan augmented realityDalam pengabdian tahap keempat selain membuat ar bangun ruang kubus dan balok, bapak ibu guru juga dilatih untuk bisa mempublikasikan augmented reality
STKIP JBSTKIP JB Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMP Negeri Satu Atap Jipurapah pada 16 guru mata pelajaran dan muatan lokal. Metode pelaksanaan pengbadian terdiriKegiatan pengabdian ini dilakukan di SMP Negeri Satu Atap Jipurapah pada 16 guru mata pelajaran dan muatan lokal. Metode pelaksanaan pengbadian terdiri
STKIP JBSTKIP JB Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahap yaitu; Tahap 1, kegiatan persiapan. Tahap 2, implementasikan kegiatan. Tahap 3, evaluasi kegiatan. HasilPelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahap yaitu; Tahap 1, kegiatan persiapan. Tahap 2, implementasikan kegiatan. Tahap 3, evaluasi kegiatan. Hasil
Useful /
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Selain itu, orang-orang yang dapat memainkan peran vital dalam pengelolaan sampah, khususnya perwakilan pemerintah lokal dan wanita, harus sadar. BersamaSelain itu, orang-orang yang dapat memainkan peran vital dalam pengelolaan sampah, khususnya perwakilan pemerintah lokal dan wanita, harus sadar. Bersama
STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI Secara simultan, semua variabel berbobot positif dan menyumbang 44,5% variasi keputusan pembelian. Kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga memilikiSecara simultan, semua variabel berbobot positif dan menyumbang 44,5% variasi keputusan pembelian. Kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga memiliki
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I ada 55,6% siswa yang tuntasHal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I ada 55,6% siswa yang tuntas
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Pada kondisi awal diperoleh data bahwa guru yang hadir melebihi pukul 06.15 WIB sebanyak 27,8%, atau 72,2% kehadirannya tepat waktu. Setelah dilakukanPada kondisi awal diperoleh data bahwa guru yang hadir melebihi pukul 06.15 WIB sebanyak 27,8%, atau 72,2% kehadirannya tepat waktu. Setelah dilakukan