STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Kesenian merupakan salah satu hasil aktivitas masyarakat yang dalam perkembangannya tidak dapat berdiri sendiri. Setiap daerah memiliki latar belakang sejarah dan kondisi sosial yang berbeda. Permasalahan yang muncul masyarakat yang belum memahami nilai-nilai yang terdapat pada kesenian kuda lumping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Kondisi kesenian kuda lumping (2) Nilai-nilai sosial pada kesenian kuda lumping (3) Hambatan pada kesenian kuda lumping. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendalam pada informan. Analisa data dilakukan secara kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kondisi kesenian kuda lumping masyarakat Desa Turipinggir dilakukan oleh 2 kelompok yaitu milik Desa dan pribadi yang diperankan oleh generasi muda, kesenian ini dipertahankan sebagai pelestarian dan mata pencaharian masyarakat Desa Turipinggir (2) Nilai-nilai sosial dalam kesenian kuda lumping masyarakat Desa Turipinggir yaitu sebagai pendorong, petunjuk arah, dan sebagai benteng perlindungan dengan menjunjung tinggi solidaritas serta kerjasama dalam melestarikan kesenian kuda lumping. (3) Hambatan pada kesenian kuda lumping masyarakat Desa Turipinggir yaitu mengenai anggaran dana seperti peralatan atau pakaian adat yang kurang memadai. Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengetahui Nilai-nilai sosial serta hambatan yang terjadi di Masyarakat terkait dengan kesenian kuda luming Desa Turipinggir.

Kondisi kesenian kuda lumping masyarakat di Desa Turipinggir diperankan oleh generasi muda, dengan keterbatasan tempat latihan, dan dipertahankan sebagai mata pencaharian serta tradisi yang diwariskan.Nilai sosial dalam kesenian ini dijunjung tinggi melalui solidaritas, semangat kebersamaan, fungsi sebagai pendorong, petunjuk arah, dan benteng perlindungan masyarakat.Hambatan utama yang dihadapi adalah minimnya anggaran dana dari desa untuk peralatan dan pakaian adat yang dibutuhkan dalam pertunjukan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana strategi kreatif generasi muda di Desa Turipinggir mengembangkan kesenian kuda lumping dalam konteks ekonomi kreatif, seperti pengemasan pertunjukan untuk wisata budaya atau pemasaran daring. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai sosial dari kesenian kuda lumping dapat ditanamkan melalui sistem pendidikan lokal, termasuk sekolah dan komunitas, agar pelestarian budaya dimulai sejak dini. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas kemitraan antara kelompok kesenian kuda lumping dengan pemerintah desa dalam mengelola dana dan sarana prasarana, termasuk model pendanaan partisipatif atau crowdfunding berbasis komunitas. Studi-studi ini akan melengkapi saran dalam penelitian asli dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan, serta membantu mengatasi keterbatasan dana, minimnya regenerasi, dan perlunya formalisasi pelestarian budaya melalui kerja kolektif yang terstruktur.

Read online
File size321.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test