TAJDIDUKASITAJDIDUKASI

Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan IslamTajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran Small Group Discussion (SGD) untuk meningkatkan kompetensi membaca. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan observasi; tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca sedangkan lembar observasi bertujuan mengamati aktifitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SGD dapat meningkatkan kompetensi membaca. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I ada 55,6% siswa yang tuntas dan pada siklus II meningkat menjadi 77,8%. Kompetensi membaca siswa mengalami peningkatan ketika siswa saling bertukar pendapat dan informasi terhadap bacaan pada materi teks Hortatory Exposition. Penelitian ini juga menemukan ada keuntungan dan kelebihan dalam penerapan SGD.

Pembelajaran dengan menggunakan metode Small Group Discussion dapat meningkatkan kompetensi membaca teks Hortatory Exposition siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan persentase ketuntasan dari 55,6% pada siklus I menjadi 77,8% pada siklus II.Metode ini membuat siswa lebih aktif, suasana kelas lebih dinamis, dan siswa lebih termotivasi dalam memahami isi bacaan melalui diskusi kelompok.Siswa juga lebih mampu memahami ide utama, informasi rinci, kosa kata, dan struktur teks berkat partisipasi aktif mereka dalam proses pembelajaran.

Pertama, perlu diteliti efektivitas Small Group Discussion ketika diterapkan pada jenis teks bahasa Inggris lainnya, seperti Narrative atau Discussion, untuk melihat apakah metode ini juga meningkatkan pemahaman pada struktur teks yang berbeda. Kedua, perlu dikaji bagaimana pembagian kelompok secara heterogen berdasarkan kemampuan awal siswa memengaruhi kualitas diskusi dan hasil belajar, dibandingkan dengan pembagian acak atau berdasarkan minat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penggunaan media digital, seperti aplikasi kolaborasi daring, dalam mendukung diskusi kelompok kecil agar siswa dapat berdiskusi tidak hanya saat di kelas, tetapi juga secara daring di luar jam sekolah, sehingga diskusi menjadi lebih interaktif dan berkelanjutan.

Read online
File size597.08 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test