STAK PESATSTAK PESAT

Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKMTikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi . Kecerdasan emosional meliputi kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi terhadap guru dan siswa di beberapa sekolah dasar, hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional guru berhubungan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Guru yang mampu menunjukkan empati, pengendalian diri, dan keterampilan sosial cenderung meningkatkan semangat belajar siswa, memperkuat interaksi kelas, dan menciptakan suasana inklusif. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan pelatihan guru untuk meningkatkan kecerdasan emosional sebagai strategi mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi unik dengan menyoroti peran kecerdasan emosional dalam pendidikan dasar—tema yang masih jarang dieksplorasi serta menambah pemahaman tentang pengaruh langsung kecerdasan emosional terhadap motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa. Pendekatan ini memperkaya literatur pendidikan dan menjadi dasar bagi pengembangan pelatihan guru berbasis emosi.

Kecerdasan emosional guru, berupa empati, pengendalian emosi, dan keterampilan sosial, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar.Guru dengan kecerdasan emosional tinggi mampu menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan mendukung, sehingga memfasilitasi motivasi intrinsik maupun ekstrinsik siswa.Hasil penelitian menegaskan bahwa hubungan interpersonal yang kuat antara guru dan siswa merupakan fondasi penting dalam proses belajar mengajar yang efektif dan membuka peluang untuk integrasi strategi berbasis kecerdasan emosional di praktik pendidikan.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan kecerdasan emosional pada guru terhadap motivasi belajar siswa, dengan mengukur perubahan perilaku dan prestasi akademik setiap semester. Kedua, penelitian kuantitatif eksperimental dapat membandingkan efektivitas modul pelatihan emosi berbasis teknologi interaktif dengan metode tradisional, sehingga dapat diperoleh rekomendasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh sekolah seluler. Ketiga, kajian terpadu yang melibatkan partisipasi orang tua dan tenaga kependidikan lainnya akan menilai bagaimana sinergi kecerdasan emosional antara guru, siswa, dan keluarga berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar serta mengidentifikasi mekanisme transfer nilai emosional ke dalam lingkungan keluarga. Semua saran ini diarahkan untuk mengisi kekosongan metodologis yang terlihat di dalam studi ini serta memberikan landasan empiris bagi kebijakan pendidikan berbasis emosi yang lebih holistik.

  1. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Gugus III Kecamatan... doi.org/10.31603/edukasi.v13i1.5044Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Gugus III Kecamatan doi 10 31603 edukasi v13i1 5044
  2. Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP di Sekolah... doi.org/10.47861/dv.v6i2.51Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP di Sekolah doi 10 47861 dv v6i2 51
  3. Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika | Plusminus:... doi.org/10.31980/plusminus.v2i3.1116Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Plusminus doi 10 31980 plusminus v2i3 1116
Read online
File size472.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test