UINSIUINSI
MAZAHIBMAZAHIBPenguatan perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian secara normatif telah diatur secara komprehensif melalui undang‑undang, termasuk Kumpulan Hukum Islam (KHI), Peraturan Mahkamah Agung (PERMA), dan Surat Keterangan Mahkamah Agung (SEMA). Meskipun ketentuan tersebut terwujud, pelaksanaannya di Pengadilan Agama Indonesia sering tidak optimal, khususnya ketika suami tidak hadir dalam proses perceraian (putusan verstek). Penelitian ini menggunakan analisis hukum normatif‑doktrinal dan kajian putusan Pengadilan Agama Samarinda serta Sangatta pada tahun 2022. Hasilnya menunjukkan perlindungan hak pasca perceraian, terutama nafkah iddah, tidak sepenuhnya diakomodasi karena faktor penyusunan putusan tanpa suami, indikasi nushuz, rendahnya pemahaman hak oleh istri, serta sensitivitas gender hakim yang masih terbatas. Penelitian ini menyoroti kebutuhan reformasi prosedural dan peningkatan kesadaran hukum bagi perempuan agar hak-hak mereka dapat ditegakkan secara efektif di ranah peradilan agama.
Kepastian perlindungan hak perempuan pasca perceraian, meski diatur secara komprehensif, belum sepenuhnya terwujud di Pengadilan Agama karena kurangnya partisipasi suami dalam proses putusan, penilaian nushuz yang bias, dan rendahnya pemahaman istri tentang haknya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan verstek seringkali mengabaikan hak-hak istri, terutama nafkah iddah, dan peran hakim yang seharusnya lebih proaktif tidak dapat mempengaruhi keputusan secara optimal.Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan dan pendidikan hukum guna memastikan hak perempuan pasca perceraian dijunjung tinggi di tingkat peradilan.
Bagaimana upaya penguatan mekanisme mediasi di Pengadilan Agama dapat memperbaiki akomodasi hak perempuan pasca perceraian, khususnya dalam penegakan nafkah iddah? Apakah penyusunan putusan verstek dapat disempurnakan dengan penerapan prosedur verifikasi otomatis mengenai pendapatan dan kewajiban suami, sehingga hak istri tidak terabaikan? Bagaimana pelatihan reguler bagi hakim dan petugas pengadilan mengenai konsep nushuz yang sensitif gender dapat menyeimbangkan interpretasi dan melindungi hak perempuan secara lebih adil?.
- Woman-Initiated Divorce and Feminist Fiqh in Indonesia: Narrating Male Acts of Nushūz in Marriage... doi.org/10.20414/ujis.v24i2.416Woman Initiated Divorce and Feminist Fiqh in Indonesia ANarrating Male Acts of Nushz in Marriage doi 10 20414 ujis v24i2 416
- Violence against Women and Patriarkhi Culture in Indonesia | Eleanora | International Journal of Multicultural... doi.org/10.18415/ijmmu.v7i9.1912Violence against Women and Patriarkhi Culture in Indonesia Eleanora International Journal of Multicultural doi 10 18415 ijmmu v7i9 1912
| File size | 442.92 KB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSJOURNALS Penelitian ini menunjukkan potensi keberlanjutan melalui pendampingan lanjutan seperti pelatihan ekspor, perlindungan HAKI, dan pembentukan kelompok kerjaPenelitian ini menunjukkan potensi keberlanjutan melalui pendampingan lanjutan seperti pelatihan ekspor, perlindungan HAKI, dan pembentukan kelompok kerja
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penerapan constitutional complaint dalam sistem ketatanegaraan Indonesia merupakan kebutuhan mendesak untuk mengisi kekosongan hukum dalam perlindunganPenerapan constitutional complaint dalam sistem ketatanegaraan Indonesia merupakan kebutuhan mendesak untuk mengisi kekosongan hukum dalam perlindungan
AKRABJUARAAKRABJUARA Prinsip-prinsip inti HAM seperti universalitas, kesetaraan, larangan diskriminasi, serta sifat hak yang tidak terpisahkan dan saling bergantung turut terabaikan.Prinsip-prinsip inti HAM seperti universalitas, kesetaraan, larangan diskriminasi, serta sifat hak yang tidak terpisahkan dan saling bergantung turut terabaikan.
DINASTIREVDINASTIREV Dalam penelitian yang menggunakan metodoli studi kasus ini penulis menemukan bahwa akibat hukum dari sebuah pengampuan adalah terampu dinilai belum/tidakDalam penelitian yang menggunakan metodoli studi kasus ini penulis menemukan bahwa akibat hukum dari sebuah pengampuan adalah terampu dinilai belum/tidak
UntikaUntika Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Hak Cipta dan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT). Hak Cipta berorientasi pada kepemilikanPenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Hak Cipta dan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT). Hak Cipta berorientasi pada kepemilikan
STISABUZAIRISTISABUZAIRI Namun, dinamika sosial-politik yang terus berkembang menuntut adanya penyesuaian hukum terhadap realitas masyarakat kontemporer. Dengan demikian, pembaruanNamun, dinamika sosial-politik yang terus berkembang menuntut adanya penyesuaian hukum terhadap realitas masyarakat kontemporer. Dengan demikian, pembaruan
DINASTIREVDINASTIREV Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Hukum Adat Batak Toba di Desa Simardangiang masih eksis sesuai kriteria Permendagri No. 52/2014, dengan sistemHasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Hukum Adat Batak Toba di Desa Simardangiang masih eksis sesuai kriteria Permendagri No. 52/2014, dengan sistem
INTEKOMINTEKOM Perusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja perempuan melalui penyediaan fasilitas yang memadai, pengawasanPerusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja perempuan melalui penyediaan fasilitas yang memadai, pengawasan
Useful /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Rata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung adalah 107,33 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggungRata-rata peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung adalah 107,33 cc dan peningkatan kelancaran produksi ASI sebelum pemijatan punggung
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Peran ibu dalam pendidikan anak sangat penting, ibu yang menyusui, ibu sebagai pelindung, ibu sebagai pendidik. Masa dalam kandungan merupakan masa keemasanPeran ibu dalam pendidikan anak sangat penting, ibu yang menyusui, ibu sebagai pelindung, ibu sebagai pendidik. Masa dalam kandungan merupakan masa keemasan
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Uraian tentang potret keluarga tersebut menghasilkan keterangan bahwa hal yang paling pertama dan utama dalam proses pendidikan keluarga adalah pembentukanUraian tentang potret keluarga tersebut menghasilkan keterangan bahwa hal yang paling pertama dan utama dalam proses pendidikan keluarga adalah pembentukan
YARSIYARSI ucl. ac. uk/psipred/dan http://www. pdb.org. Disain primer dan titik mutasi Ala55Val UCP2 dikaji dengan situs Primer3 dan REBASE. Hasil dan kesimpulan.ucl. ac. uk/psipred/dan http://www. pdb.org. Disain primer dan titik mutasi Ala55Val UCP2 dikaji dengan situs Primer3 dan REBASE. Hasil dan kesimpulan.