YARSIYARSI

Jurnal Ruhul IslamJurnal Ruhul Islam

Menjaga akal (hifz al-aql) merupakan salah satu tujuan utama maqasid as-syariah yang memiliki relevansi signifikan dalam praktik keperawatan, khususnya terkait kesehatan mental dan fungsi sistem saraf. Akal dipahami sebagai anugerah Allah SWT yang berperan dalam membentuk kesadaran, rasionalitas, dan tanggung jawab moral manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hifz al-aql dalam perspektif keperawatan melalui kajian konseptual, normatif, dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan sistem (systems approach) dalam kerangka hukum Islam kontemporer yang mengaitkan teks (nash), konteks (assiyaqi), dan kontekstualisasi (martabit bi as-siyaqi) pelayanan keperawatan berbasis maps maqasid as-syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip hifz al-aql memiliki implikasi etis dan praktis dalam keperawatan holistik, antara lain dalam penanganan pasien gangguan kecemasan berat serta peran perawat dalam pencegahan dampak konsumsi alkohol pada fungsi otak dan sistem saraf. Integrasi prinsip ini memperkuat praktik keperawatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan pasien.

Penelitian menunjukkan bahwa menjaga akal (hifz al-aql) merupakan prinsip fundamental maqasid as‑syariah yang relevan secara etis dan praktis dalam keperawatan holistik.Integrasi perspektif normatif Islam melalui dalil Al‑Quran, hadis, dan tafsir M. Quraish Shihab, dikontextualisasikan pada studi kasus penanganan gangguan kecemasan berat dan pencegahan dampak alkohol, menegaskan kecocokan prinsip ini dengan praktik keperawatan kontemporer.Prinsip ini dapat dipergunakan sebagai landasan konseptual dalam merancang intervensi holistik yang memperhatikan aspek kognitif, psikologis, dan spiritual.

Dapat diselidiki bagaimana penerapan prinsip hifz al‑aql dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pelan terapi jangka panjang melalui program edukasi berbasis teknologi informasi. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran perawat dalam membantu pasien dengan gangguan kecemasan berat di layanan rural dengan menggunakan pendekatan telekeperawatan yang terintegrasi dengan nilai-nilai maqasid as‑syariah. Selain itu, studi kuasi‑eksperimental dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas program pencegahan dampak alkohol yang berbasis nilai maqasid dengan program konvensional, guna menilai kontribusi tambahan terhadap fungsi kognitif pasien.

  1. The Concept of Nursing Care in Maqashid Sharia Perspective | Ijtihad. concept nursing care maqashid sharia... ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/13055The Concept of Nursing Care in Maqashid Sharia Perspective Ijtihad concept nursing care maqashid sharia ejournal unida gontor ac index php ijtihad article view 13055
Read online
File size673.62 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test