UnijoyoUnijoyo

Personifikasi: Jurnal Ilmu PsikologiPersonifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi

Penelitian ini memperluas karya sebelumnya tentang inaksi kolektif dengan mengintegrasikan mekanisme persepsi, emosi, dan kognitif dalam kerangka struktural. Konsisten dengan Yuksel (2013), hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor psikologis secara bersamaan membentuk enggan atau bersedia individu untuk terlibat dalam perilaku boikot. Pertama, permusuhan terhadap Israel secara signifikan memprediksi persepsi perilaku tidak dapat diterima perusahaan. Temuan ini sejalan dengan logika tumpahan klasik yang diungkapkan oleh Friedman (1991), di mana konsumen mengalihkan kemarahan mereka ke entitas terkait ketika hukuman langsung terhadap target utama tidak mungkin dilakukan. Klein et al. (1998) juga berpendapat bahwa perusahaan berfungsi sebagai perwakilan simbolis dari negara target, terutama ketika afiliasi sebelumnya menonjol. Mekanisme ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik diterjemahkan menjadi respons pasar. Studi terbaru tentang perilaku konsumen dan boikot lebih lanjut mengonfirmasi bahwa respons tersebut bersifat kontekstual dan dibentuk oleh lingkungan politik-moral yang berlaku (Babu et al., 2025; Bröckerhoff & Qassoum, 2021; Davlembayeva et al., 2024; Hino, 2022; Kristiningsih et al., 2025), menegaskan bahwa perilaku boikot tertanam dalam konflik sosio-politik yang hidup daripada dapat dikurangi menjadi preferensi individu.

Studi ini menyelidiki mengapa individu tetap tidak aktif dalam gerakan boikot meskipun memiliki sikap negatif terhadap perusahaan yang terkait dengan Israel, dengan perhatian khusus pada peran permusuhan dalam membentuk non-partisipasi.Permusuhan terhadap Israel secara tidak langsung terkait dengan sikap dan niat boikot melalui mekanisme psikologis yang berbeda.Dari tiga faktor motivasi yang diusulkan oleh Yuksel (2013), hanya dorongan kebebasan dan argumen kontra yang secara signifikan memediasi hubungan antara perilaku perusahaan yang tidak dapat diterima dan sikap serta niat boikot, sedangkan out of sight tidak menunjukkan efek yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa inaksi boikot bukan respons pasif, tetapi proses psikologis aktif yang dibentuk oleh dinamika kognitif dan motivasi, terutama yang terkait dengan ancaman otonomi dan resistensi argumen.Perbedaan dari temuan sebelumnya menekankan spesifisitas kontekstual inaksi dalam pengaturan boikot yang sensitif secara politik.Penelitian masa depan harus menyelidiki bagaimana kognisi terkait permusuhan berinteraksi dengan mekanisme motivasi di berbagai konteks sosio-politik untuk memahami kapan sikap negatif diterjemahkan menjadi perilaku boikot aktif.

Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat mengusulkan arah berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki bagaimana kognisi terkait permusuhan berinteraksi dengan mekanisme motivasi di berbagai konteks sosio-politik. Pemahaman yang lebih baik tentang dinamika ini akan membantu kita memahami kapan sikap negatif diterjemahkan menjadi perilaku boikot aktif. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran identitas sosial dan moral dalam membentuk perilaku boikot. Studi terbaru menunjukkan bahwa identitas sosial dan moral memainkan peran penting dalam aktivisme, dengan individu terlibat dalam aksi kolektif melalui konsep diri moral internalisasi daripada kedekatan situasional (Leal et al., 2025; Shultziner, 2025). Penelitian lebih lanjut tentang identitas kolektif dalam gerakan digital dapat memberikan wawasan tentang bagaimana komunitas online memperkuat rasa kebersamaan kelompok, sehingga mempertahankan keterlibatan bahkan ketika biaya pribadi tersebar atau tidak jelas. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana boikot dapat menjadi bentuk solidaritas moral transnasional dalam konteks yang sensitif secara politik, seperti aktivisme terkait Palestina. Temuan ini menambahkan nuansa pada pekerjaan sebelumnya yang menekankan jarak psikologis (Ram et al., 2024; Trope & Liberman, 2010), menunjukkan kondisi batas dalam konteks yang dimediasi secara digital dari solidaritas moral.

  1. Disengaging from political activism: A critical review of the literature|The Greek Review of Social Research.... ejournals.epublishing.ekt.gr/index.php/ekke/article/view/36638Disengaging from political activism A critical review of the literature The Greek Review of Social Research ejournals epublishing ekt gr index php ekke article view 36638
  2. Are boycott motives rationalizations? - Hoffmann - 2013 - Journal of Consumer Behaviour - Wiley Online... doi.org/10.1002/cb.1418Are boycott motives rationalizations Hoffmann 2013 Journal of Consumer Behaviour Wiley Online doi 10 1002 cb 1418
  3. 0. 0 doi.org/10.1037/amp00012980 0 doi 10 1037 amp0001298
Read online
File size1.33 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test