UNIPMAUNIPMA

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan KonselingCounsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Abstrak: Setiap manusia dikaruniai emosi yang dapat dikendalikan dengan baik, sebagaimana dibuktikan oleh kemampuan untuk mengatur emosi. Kesenjangan tersebut berkaitan dengan pemahaman tentang pengaturan emosi dalam konteks kecanduan narkoba oleh konselor kecanduan, khususnya untuk klien Muslim yang menghadapi konflik emosional, tekanan sosial, dan dinamika spiritual selama proses pemulihan. Karena kemampuan mengatur emosi pada klien Muslim yang kecanduan sebenarnya berdampak pada pemulihan diri, namun pengukurannya belum digunakan dengan asesmen yang relevan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas skala pengaturan emosi untuk klien Muslim yang kecanduan narkoba yang menjalani rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan desain penjelasan sekuensial dengan tahap validitas isi kualitatif untuk pengembangan konstruk melalui tinjauan teoritis, validasi oleh tiga ahli (agama, psikologi, dan konseling kecanduan), dan pengujian keterbacaan. Kemudian, tahap kuantitatif diselesaikan dengan menguji instrumen pada 49 klien rehabilitasi untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif menggunakan Aikan-V, product-moment, dan Cronbachs alpha. Validitas logis dalam validitas isi menunjukkan nilai CVI sebesar 0,917, yang mengindikasikan kelayakan yang sangat tinggi. Semua item berkorelasi dengan batas minimum (nilai >0,2329) dinyatakan valid secara empiris. Pengujian reliabilitas menggunakan model Rasch dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0,71 dan reliabilitas item sebesar 0,94, menunjukkan konsistensi internal yang baik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa skala regulasi emosi cocok digunakan sebagai asesmen untuk mendukung layanan konseling kecanduan.

Pengembangan dan pengujian skala regulasi emosi untuk klien Muslim yang kecanduan narkoba telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas.Kedua indikator regulasi emosi, yaitu penilaian diri atas pikiran emosional dan penekanan ekspresi emosional, terbukti valid melalui validitas isi dan validitas logis, serta skala menunjukkan keandalan yang baik meskipun reliabilitas person masih lemah.Meskipun skala ini sudah dapat digunakan untuk menilai regulasi emosi pada klien Muslim yang menjalani rehabilitasi, penelitian selanjutnya diperlukan untuk memperluas validasi pada klien non‑Muslim serta meningkatkan reliabilitas person melalui sampel yang lebih besar dan desain longitudinal.

Satu arah penelitian yang dapat dikembangkan adalah pengujian skala regulasi emosi pada kelompok klien non‑Muslim serta perbandingan hasilnya dengan klien Muslim, guna menilai apakah faktor budaya dan religius mempengaruhi validitas dan reliabilitas instrumen. Kedua, dilakukan studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar untuk memperbaiki reliabilitas person, sekaligus memantau perubahan regulasi emosi selama proses rehabilitasi dan hubungannya dengan tingkat kekambuhan. Ketiga, peneliti dapat merancang intervensi konseling spiritual yang didasarkan pada skor skala regulasi emosi, kemudian menguji efektivitasnya dalam mengurangi relapse dan meningkatkan kesejahteraan psikologis klien. Penelitian-penelitian tersebut tidak hanya memperluas generalisasi skala, tetapi juga memberikan bukti empiris mengenai kontribusi regulasi emosi dalam proses pemulihan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara regulasi emosi dengan faktor psikologis lain seperti depresi, kecemasan, dan trauma untuk menentukan model prediktif yang lebih komprehensif. Pendekatan campuran metodologi kualitatif dan kuantitatif akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman emosional klien selama rehabilitasi.

  1. Addiction Counselor Profession: Perception of Family Support for Recovering from Drug Abuse Addiction... e-journal.unipma.ac.id/index.php/JBK/article/view/8585Addiction Counselor Profession Perception of Family Support for Recovering from Drug Abuse Addiction e journal unipma ac index php JBK article view 8585
  2. "Self-Regulation of Emotion in Students in Yogyakarta Indonesia: Gender" by Said Alhadi, Wahyu... doi.org/10.17977/um001v4i32019p082Self Regulation of Emotion in Students in Yogyakarta Indonesia Gender by Said Alhadi Wahyu doi 10 17977 um001v4i32019p082
  3. Self-efficacy level to recover from addiction in substance users in the center for Drug Rehabilitation... e-journal.unipma.ac.id/index.php/JBK/article/view/2944Self efficacy level to recover from addiction in substance users in the center for Drug Rehabilitation e journal unipma ac index php JBK article view 2944
  4. Sample Size Determination in Test-Retest and Cronbach Alpha Reliability Estimates - British Journal of... doi.org/10.52589/BJCE-FY266HK9Sample Size Determination in Test Retest and Cronbach Alpha Reliability Estimates British Journal of doi 10 52589 BJCE FY266HK9
  5. 0. pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd d9 l0i mj d6 dz 9g endstream... growingscience.com/msl/Vol13/msl_2022_28.pdf0 pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd d9 l0i mj d6 dz 9g endstream growingscience msl Vol13 msl 2022 28 pdf
Read online
File size796.13 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test