JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Pendidikan inklusif di Indonesia menghadapi ketegangan berkelanjutan antara komitmen normatif global dan kekosongan implementasi sistemik, diperkaya oleh upaya menyelaraskan kerangka kerja inklusi internasional dengan etos konstitusional Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, prinsip fondasi Indonesia tentang kesatuan dalam keberagaman. Model berbasis Disability‑Centred telah gagal mengakomodasi keunikan demokratis dan budaya Indonesia, sehingga menciptakan kekosongan konseptual dalam kebijakan dan praktik pedagogis. Studi ini merekonstruksi pendidikan inklusif sebagai proyek demokratis, budaya, dan humanistik melalui Critical Interpretive Synthesis (CIS) terhadap 111 studi 2014‑2026. Hasil sintesis menghasilkan model culturally grounded democratic humanism yang mengintegrasikan inklusivitas, pendidikan demokratis, kerangka budaya nasional dan kebijaksanaan lokal, serta karakter humanistik. Model ini menyediakan alternatif yang terakar budaya terhadap paradigma berbasis disabilitas serta arsitektur konseptual yang dapat diuji untuk kebijakan, tata kelola sekolah, dan praktik pedagogi di Indonesia dan masyarakat plural‑demokratis serupa.

Model culturally grounded democratic humanism mengkonstruksi pendidikan inklusif sebagai proyek demokratis yang berakar pada budaya nasional, dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kerangka etika yang mempengaruhi tata kelola dan desain pembelajaran.Model tersebut menempatkan karakter humanistik sebagai telos internal, mengedepankan dignitas, empati, solidaritas, keberanian dialogis, dan tanggung jawab etis.Validasi empiris dan pengujian lintas tingkat pendidikan diperlukan untuk menguatkan kontribusi model ini.

1. Uji validitas model culturally grounded democratic humanism melalui penelitian berbasis desain di tingkat PAUD, sekolah dasar, dan perguruan tinggi untuk mengukur sejauh mana kerangka budaya memfasilitasi partisipasi demokratis dan pembentukan karakter; 2. Kembangkan instrumen ukur kapasitas partisipasi demokratik dan lima kapasitas karakter humanistik yang telah didefinisikan, dan lakukan studi longitudinal untuk menilai dampaknya pada inklusi jangka panjang; 3. Lakukan studi kontekstual di madrasah dan pesantren untuk menyesuaikan etos etis dan partisipasi demokratik dengan struktur otoritas religi, sehingga model dapat diaplikasikan secara lintas sistem pendidikan di Indonesia.

  1. 0. endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs jfif 48g9 bybgnptut3... e-iji.net/dosyalar/iji_2020_2_13.pdf0 endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs jfif 48g9 bybgnptut3 e iji dosyalar iji 2020 2 13 pdf
  2. Local wisdom | Cypriot Journal of Educational Sciences. local wisdom cypriot journal educational sciences... un-pub.eu/ojs/index.php/cjes/article/view/5319Local wisdom Cypriot Journal of Educational Sciences local wisdom cypriot journal educational sciences un pub eu ojs index php cjes article view 5319
  3. Integrating Early 19th-Century Javanese Court Literature Values into Multicultural Character Education.... edupij.com/index/arsiv/82/1009/integrating-early-19th-century-javanese-court-literature-values-into-multicultural-character-educationIntegrating Early 19th Century Javanese Court Literature Values into Multicultural Character Education edupij index arsiv 82 1009 integrating early 19th century javanese court literature values into multicultural character education
  4. Evaluating Inclusive Education Initiatives in Indonesia: From Policy to Practice. evaluating inclusive... doi.org/10.22521/edupij.2025.16.232Evaluating Inclusive Education Initiatives in Indonesia From Policy to Practice evaluating inclusive doi 10 22521 edupij 2025 16 232
Read online
File size850.24 KB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test