UNIV45SBYUNIV45SBY

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

CV Dwitama merupakan perusahaan yang telah menerima pesanan produksi panel listrik. Selama seluruh proses produksi, perusahaan seperti CV Dwitama Sidoarjo akan memastikan bahwa standar keselamatan dan kualitas terpenuhi untuk memastikan kinerja yang handal dan keamanan listrik. Pada proses pengelasasan dan proses gerinda, karyawan melakukan pekerjaan dalam keadaan duduk dengan kaki satu menopang tubuh. Setelah proses kerja, karyawan mengalami keluhan sakit pada pinggang, sakit pada punggung, sakit pada paha atas serta pada leher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran postur kerja serta menganalisa apakah postur telah sesuai dengan standar ergonomic. Metode RULA digunakan dalam investigasi ergonomi di tempat kerja yang memiliki risiko akibat kerja. Metode OWAS digunakan untuk menganalisa suatu pembebanan pada postur tubuh. Hasil perhitungan menggunakan metode RULA menunjukkan bahwa pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 6 yang menunjukkan postur ini berada pada kategori 3 yang artinya sikap ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin. Sedangkan pada postur 2, 3, dan 4 menunjukkan bahwa, skor yang didapatkan adalah 7 pada kategori 4 yang menunjukkan postur ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin langsung/saat ini. Hasil perhitungan menggunakan metode OWAS menunjukkan pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 1 dengan kategori tidak perlu perbaikan. Sementara pada postur 2 dan 4 menunjukkan skor 2 yang artinya perbaikan perlu di masa yang akan datang. Sedangkan pada postur 3, menunjukkan skor 4 bahwa postur ini sangat berbahaya dan perlu perbaikan langsung.

Hasil perhitungan menggunakan metode RULA menunjukkan bahwa pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 6 yang menunjukkan postur ini berada pada kategori 3 yang artinya sikap ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin.Sedangkan pada postur 2, 3, dan 4 menunjukkan bahwa, skor yang didapatkan adalah 7 pada kategori 4 yang menunjukkan postur ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin langsung/saat ini.Hasil perhitungan menggunakan metode OWAS menunjukkan pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 1 dengan kategori tidak perlu perbaikan.Sementara pada postur 2 dan 4 menunjukkan skor 2 yang artinya perbaikan perlu di masa yang akan datang.Sedangkan pada postur 3, menunjukkan skor 4 bahwa postur ini sangat berbahaya dan perlu perbaikan langsung.Rekomendasi yang diperlukan adalah modifikasi tempat kerja, alat bantu kerja, pelatihan ergonomi, manajemen beban kerja serta Evaluasi.

Untuk meningkatkan kondisi kerja dan mengurangi risiko cedera pada pekerja, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode evaluasi postur kerja yang lebih komprehensif dan mudah diterapkan. Selain itu, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara postur kerja dan gangguan muskuloskeletal, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif untuk mencegah dan mengurangi keluhan tersebut. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak pelatihan ergonomi terhadap perilaku dan postur kerja karyawan, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi risiko cedera. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan industri.

  1. Analisis postur kerja dengan metode RULA pada bagian pengemasan di CV Tani Makmur Sejahtera Bersama Tbk,... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jutin/article/view/42349Analisis postur kerja dengan metode RULA pada bagian pengemasan di CV Tani Makmur Sejahtera Bersama Tbk journal universitaspahlawan ac index php jutin article view 42349
Read online
File size887.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test