UPPUPP

ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi TeknologiENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi

Dunia otomotif khususnya sepeda motor, berkembang pesat di masa -. masi ini, mulai dari kerangka kelistrikan, kerangka pengapian, pengembangan motor, kerangka pendingin, yang mengalami pergantian peristiwa dan perubahan yang sangat besar dari tahun ke tahun. Kerangka pendingin pada sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan temperatur motor dalam kondisi ideal, kerangka pendingin memainkan peran penting dalam sebuah mesin, jika kerangka pendingin tidak bekerja seperti yang diharapkan maka menyebabkan mesin rusak sehingga mesin tidak bekerja seperti yang diharapkan. Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan yaitu bagaimana cara pemasangan Oil Cooler pada motor 150 cc dan bagaimana pengaruh temperatur mesin, dan bahan bakar, sebelum dan setelah dilakukan modifikasi penambahan oil cooler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan bagaimana pengaruh temperatur mesin, dan bahan bakar, sebelum dan setelah dilakukan modifikasi penambahan oil cooler. Pemasangan Oil Cooler pada sepeda motor 150 cc berpengaruh terhadap temperatur oli mesin, dan bahan bakar yang mana bisa membuat temperatur mesin lebih dingin dari sebelum pemasangan oil cooler. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian dapat disimpulkan bahwa oil cooler memiliki pengaruh terhadap temperatur mesin, misalnya pada RPM 5000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 840C, setelah pemasangan oil cooler didapatkan 740C. Pada RPM 5500 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 980C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan temperatur suhu sebesar 860C. Pada RPM 6000 temperatur suhu sebelum pemasangan oil cooler didapatkan 1180C, sedangkan setelah pemasangan oil cooler didapatkan terperatur suhu 980C., ini membuktikan bahwa oil cooler dapat menurunkan temperatur mesin. Setelah dilakukan pengujian, konsumsi bahan bakar juga di uji dan tidak berpengaruh terhadap temperatur dan transmisi, karena temperatur tidak menentukan sedikit banyaknya bahan bakar yg masuk ke ruang bakar, melainkan berpengaruh terhadap rpm, semakin tinggi rpm maka bahan bakar yg masuk ke ruang bakar semakin banyak.

Oil cooler memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan temperatur mesin sepeda motor 150 cc, dengan penurunan suhu hingga 100°C pada kecepatan tinggi.Penerapan oil cooler menghasilkan temperature mesin yang lebih stabil dan memperbaiki kondisi kerja mesin.Konsumsi bahan bakar tidak terpengaruh secara signifikan oleh penambahan oil cooler, sehingga tidak mengurangi efisiensi bahan bakar.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai dampak panjang jangka waktu, penelitian selanjutnya dapat memantau kinerja oil cooler secara berkelanjutan selama jangka waktu tertentu dan menilai hubungan antara penurunan suhu mesin dengan umur komponen mesin. Selain itu, studi komparatif antara sistem pendinginan berbasis oil cooler dengan pendinginan air dapat memberi insight tentang efisiensi energi dan biaya operasional. Penelitian lain juga dapat mengeksplorasi pengaruh bentuk dan konfigurasi penempatan lajur pendingin pada kinerja pendinginan serta dampaknya pada konsumsi bahan bakar dan emisi, sehingga dapat mengarahkan desain inovatif pada sepeda motor dengan karakteristik power dan efisiensi yang lebih baik.

  1. PENGARUH AIR COOLER TERHADAP TEMPERATUR MESIN PADA KAWASAKI DTRACKER 150 | Motor Bakar : Jurnal Teknik... doi.org/10.31000/mbjtm.v3i1.3073PENGARUH AIR COOLER TERHADAP TEMPERATUR MESIN PADA KAWASAKI DTRACKER 150 Motor Bakar Jurnal Teknik doi 10 31000 mbjtm v3i1 3073
  2. ALAT BANTU PENDINGINAN FILTER OLI MOBIL | Hidayat | TRAKSI. alat bantu pendinginan filter oli mobil hidayat... jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/view/4959ALAT BANTU PENDINGINAN FILTER OLI MOBIL Hidayat TRAKSI alat bantu pendinginan filter oli mobil hidayat jurnal unimus ac index php jtm article view 4959
Read online
File size553.78 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test