UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal PsikologiJurnal Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh phubbing dan self‑disclosure terhadap friendship quality pada dewasa awal. Hipotesis penelitian meliputi: (1) Phubbing berpengaruh secara parsial terhadap friendship quality, (2) Self‑disclosure berpengaruh secara parsial terhadap friendship quality, dan (3) Phubbing dan self‑disclosure secara simultan memengaruhi friendship quality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan dari 348 dewasa awal di Kota Surabaya menggunakan teknik sampling insidental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga hipotesis diterima. Phubbing memiliki pengaruh parsial negatif terhadap friendship quality (signifikansi 0,000), sementara self‑disclosure memiliki pengaruh parsial positif terhadap friendship quality (signifikansi 0,000). Terdapat juga pengaruh simultan antara phubbing dan self‑disclosure terhadap friendship quality (signifikansi 0,000). Kontribusi efektif total dari kedua variabel adalah 27 % (phubbing 18 % dan self‑disclosure 8,68 %). Temuan ini menegaskan pentingnya mengurangi phubbing dan meningkatkan self‑disclosure untuk meningkatkan kualitas hubungan persahabatan di kalangan dewasa awal.

Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel phubbing dan self‑disclosure terhadap friendship quality pada individu dewasa awal.Phubbing, yang didefinisikan sebagai kebiasaan mengabaikan orang lain demi penggunaan ponsel, memiliki pengaruh negatif terhadap friendship quality.semakin tinggi intensitas phubbing, semakin rendah kualitas hubungan persahabatan.Sebaliknya, self‑disclosure, yaitu keterbukaan diri dalam berbagi informasi pribadi, memiliki pengaruh positif terhadap friendship quality.semakin besar keterbukaan diri, semakin tinggi kualitas hubungan persahabatan yang terbentuk.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada perbedaan efek phubbing dan self‑disclosure antara kelompok usia 20–24 tahun dan 35–39 tahun, untuk menentukan apakah faktor usia memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, studi eksperimental dapat menguji efektivitas intervensi berbasis mindfulness yang bertujuan meminimalkan perilaku phubbing dan meningkatkan kualitas self‑disclosure, sehingga memverifikasi apakah perubahan perilaku secara signifikan mempengaruhi friendship quality. Terakhir, penelitian dapat mengkaji dampak media sosial yang berbeda—misalnya Instagram versus WhatsApp—terhadap intensitas phubbing dan self‑disclosure, serta pengaruhnya terhadap kepuasan dan kesejahteraan psikologis dewasa awal, guna memberi gambaran yang lebih holistik tentang faktor-faktor digital dalam hubungan sosial.

  1. Socially Interactive and Passive Technologies Enhance Friendship Quality: An Investigation of the Mediating... journals.sagepub.com/doi/full/10.1089/cyber.2016.0363Socially Interactive and Passive Technologies Enhance Friendship Quality An Investigation of the Mediating journals sagepub doi full 10 1089 cyber 2016 0363
  2. Apakah phubbing mengganggu pertemanan? Hubungan phubbing dengan kepuasan pertemanan pada orang beranjak... doi.org/10.7454/jps.2022.07Apakah phubbing mengganggu pertemanan Hubungan phubbing dengan kepuasan pertemanan pada orang beranjak doi 10 7454 jps 2022 07
  3. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00108053000033480 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0010805300003348
  4. DOI Name 10.30587 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 46z crossref email support... doi.org/10.30587DOI Name 10 30587 Values doi name values index type timestamp data hs serv 46z crossref email support doi 10 30587
Read online
File size320.14 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test