STAI MIFDASTAI MIFDA

JUPIDA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Miftahul HudaJUPIDA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Miftahul Huda

Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan psikologis anak. Pola asuh yang salah, seperti otoriter, permisif, atau mengabaikan kebutuhan emosional anak, dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan mereka, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Artikel ini membahas pengaruh pola asuh orang tua dengan Narsistic Personality Disorder (NPD) terhadap perkembangan psikologis anak usia dini. NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh kebutuhan berlebihan untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Pola asuh yang diberikan oleh orang tua dengan NPD dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak pada usia dini. Penelitian ini juga mengulas bagaimana anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang dipengaruhi oleh NPD cenderung mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan berfungsi dengan baik di masyarakat, serta dampaknya dalam jangka panjang. Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pola asuh narsistik berisiko mengalami masalah dalam perkembangan emosional dan sosial, termasuk rendahnya harga diri, kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta masalah dalam membangun identitas diri yang sehat.

Pola asuh orang tua dengan Narsistic Personality Disorder (NPD) dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan psikologis anak usia dini.Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan ini cenderung mengalami masalah emosional, sosial, dan kognitif, yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka dalam jangka panjang.Oleh karena itu, penting bagi para profesional, seperti psikolog dan pendidik, untuk mengidentifikasi pola asuh yang tidak sehat dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan anak yang lebih baik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pelindung yang dapat mengurangi dampak negatif pola asuh narsistik terhadap perkembangan anak. Hal ini dapat mencakup eksplorasi peran dukungan sosial dari keluarga atau teman sebaya, serta efektivitas intervensi psikologis untuk anak-anak yang mengalami dampak pola asuh narsistik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji hubungan antara gaya pengasuhan narsistik dengan berbagai indikator perkembangan anak, seperti harga diri, kemampuan sosial, dan prestasi akademik. Penelitian ini dapat menggunakan desain longitudinal untuk melacak perkembangan anak dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi pola-pola perubahan yang terkait dengan pola asuh narsistik. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua dengan NPD dari perspektif mereka sendiri. Penelitian ini dapat menggunakan metode wawancara mendalam atau observasi partisipan untuk menggali lebih dalam tentang dampak emosional, sosial, dan kualitatif dari pola asuh narsistik terhadap kehidupan anak.

  1. MENYELAMI MAKNA DAN KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN | KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan... ejournal.stai-mifda.ac.id/index.php/kamaliyah/article/view/667MENYELAMI MAKNA DAN KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD DALAM PERSPEKTIF AL QURAN KAMALIYAH Jurnal Pendidikan ejournal stai mifda ac index php kamaliyah article view 667
Read online
File size274.07 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test