UNISDAUNISDA

LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPAN

Bahasa slang adalah bahasa yang digunakan oleh kalangan remaja untuk berkomunikasi dalam kelompok tertentu, namun belakangan ini mulai digunakan secara lebih luas untuk komunikasi sehari-hari secara langsung maupun melalui media sosial, salah satunya melalui konten PWK HAS Creative. Setiap kata yang diucapkan dalam percakapan antara host dan bintang tamu menjadi sebuah kata yang populer di kalangan masyarakat. Kajian dengan sudut pandang sosiolinguistik perlu dilakukan untuk mendeskripsikan 3 bentuk bahasa slang (bentuk abreviasi, bentuk dari serapan bahasa asing/bahasa daerah, bentuk plesetan), serta mendeskripsikan tujuan penggunaan bahasa slang dalam konten PWK HAS Creative. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan teknik catat dengan teknik analisis data PUP (pilah unsur penentu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dalam konten PWK HAS Creative ditemukan bentuk abreviasi sebanyak 13 kosakata, (2) bentuk dari serapan bahasa asing/bahasa daerah sebanyak 38 kosakata, dan (3) bentuk plesetan bahasa slang sebanyak 32 kosakata, serta (4) 5 fungsi penggunaan bahasa slang dalam konten PWK HAS Creative yaitu: untuk memudahkan berhubungan sosial, untuk memperlembut kata, untuk menjadi kosakata yang padat dan konkret, untuk terlihat berbeda dan terlihat kekinian, dan sebagai kreativitas penuturnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 13 bentuk abreviasi bahasa slang, 38 bentuk serapan bahasa asing/bahasa daerah, dan 32 bentuk plesetan bahasa slang dalam konten PWK HAS Creative.Bahasa slang dalam konten ini berfungsi untuk memudahkan hubungan sosial, memperlembut kata, menjadi kosakata yang padat dan konkret, terlihat berbeda dan kekinian, serta sebagai kreativitas penuturnya.Penggunaan bahasa slang ini mencerminkan dinamika bahasa yang terus berubah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis dampak penggunaan bahasa slang dalam konten PWK HAS Creative terhadap pembentukan identitas remaja dan perubahan nilai-nilai sosial. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penggunaan bahasa slang dalam berbagai jenis konten digital, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam pola penggunaan bahasa slang di berbagai platform. Terakhir, penelitian mendalam mengenai proses pembentukan dan penyebaran bahasa slang di kalangan remaja, termasuk faktor-faktor sosial, budaya, dan psikologis yang memengaruhi fenomena ini, dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika bahasa slang di era digital. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami bagaimana bahasa slang memengaruhi komunikasi, identitas, dan budaya di kalangan generasi muda, serta bagaimana media digital berperan dalam membentuk dan menyebarkan bahasa slang.

Read online
File size418.37 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test