LITPAMLITPAM

International Journal of Linguistics and Indigenous CultureInternational Journal of Linguistics and Indigenous Culture

Kajian ini meneliti hubungan antara penggunaan bahasa kasar dan hierarki sosial dalam empat cerpen karya Shawal Rajab (2005), dengan fokus pada bagaimana bahasa mencerminkan harga diri watak-watak berdasarkan status sosial, pendidikan dan kedudukan ekonomi mereka. Melalui analisis teks kualitatif, cerpen Harga Kemanusiaan, IQ, Batin Terseksa! Oh... Lusa Periksa dan Tuntutan dianalisis untuk memahami corak komunikasi dan interaksi sosial watak-watak tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa watak-watak dengan status sosial dan ekonomi yang tinggi cenderung menggunakan bahasa kasar dan merendahkan untuk menegaskan kedudukan mereka, manakala watak-watak dari golongan berpendapatan rendah sering menjadi sasaran penghinaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa bahasa bukan sahaja berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai manifestasi kekuasaan dan harga diri dalam masyarakat, sekaligus menonjolkan hubungan antara bahasa, kuasa, dan harga diri dalam interaksi sosial.

Kajian ini menegaskan hubungan erat antara bahasa, kekuasaan, dan harga diri dalam masyarakat Melayu, sebagaimana tercermin dalam cerpen-cerpen Shawal Rajab.Penggunaan bahasa kasar oleh watak berstatus tinggi berfungsi sebagai alat untuk menegaskan dominasi dan merendahkan mereka yang kurang beruntung.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya memahami konteks sosial dalam menafsirkan penggunaan bahasa dan dampaknya terhadap harga diri individu.Dengan demikian, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga cerminan dan pengukuh hierarki sosial yang ada.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi bahasa kasar dalam karya sastra Brunei mencerminkan dinamika kekuasaan dan identitas sosial. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis karya sastra dari wilayah lain untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam penggunaan bahasa sebagai penanda status sosial. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan wawancara dengan masyarakat Brunei dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana mereka memahami dan menginterpretasikan penggunaan bahasa kasar dalam interaksi sehari-hari, serta dampaknya terhadap harga diri dan hubungan sosial. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan identitas dalam konteks budaya Melayu Brunei, serta memberikan kontribusi pada pengembangan teori sosiolinguistik dan studi budaya.

  1. Making Stories, Making Selves: Feminist Reflections on the Holocaust. R. Ruth Linden White Captives:... doi.org/10.1086/495076Making Stories Making Selves Feminist Reflections on the Holocaust R Ruth Linden White Captives doi 10 1086 495076
  2. Academic Self-concept and its Relationship to Academic Achievement among University Students | International... doi.org/10.46328/ijonses.342Academic Self concept and its Relationship to Academic Achievement among University Students International doi 10 46328 ijonses 342
  3. Ideological and Hegemonic Implicatures of Japanese Male Registers Used by Japanese Young Women Speakers:... atlantis-press.com/proceedings/steach-18/55912015Ideological and Hegemonic Implicatures of Japanese Male Registers Used by Japanese Young Women Speakers atlantis press proceedings steach 18 55912015
  4. BAHASA DAN KEKUASAAN: ANALISIS KRITIS TERHADAP DOMINASI BAHASA DALAM MASYARAKAT | Jurnal Bahasa Indonesia... jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/BIP/article/view/4700BAHASA DAN KEKUASAAN ANALISIS KRITIS TERHADAP DOMINASI BAHASA DALAM MASYARAKAT Jurnal Bahasa Indonesia jurnal unprimdn ac index php BIP article view 4700
Read online
File size377.72 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test