UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal PsikologiJurnal Psikologi

Prestasi akademik pada remaja merupakan aspek penting yang dapat menjadi indikator dari kesejahteraan siswa dan perkembangan psikologisnya. Penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa remaja dengan masalah tidur dapat berdampak pada defisit working memory mereka, dan remaja dengan defisit pada working memory cenderung memiliki prestasi akademik yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan di antara masalah tidur dengan prestasi akademik yang dimediasi oleh working memory pada remaja. Secara khusus, hipotesis pada penelitian ini yaitu working memory dapat berperan sebagai variabel mediator yang menghubungkan masalah tidur dengan prestasi akademik secara signifikan. Partisipan penelitian ini terdiri dari 258 siswa/i SMP (70 siswa laki-laki dan 188 siswa perempuan) dengan rentang usia 12 hingga 15 tahun. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan dokumentasi nilai rata-rata UAS, skala Working Memory Questionnaire dan skala Sleep Disturbance Scale for Children. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan bantuan aplikasi PROCESS versi 4.1. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di antara masalah tidur dengan prestasi akademik melalui mediasi dari working memory (β = 0,021; LLCI = -0,035; ULCI = -0,006). Hal ini berarti, tanpa adanya working memory sebagai variabel mediator maka tidak ada hubungan langsung di antara masalah tidur dan prestasi akademik pada remaja.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu peran working memory sebagai variabel mediator pada hubungan di antara masalah tidur dengan prestasi akademik.Berdasarkan hasil yang ada dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan di antara masalah tidur dengan working memory, begitu juga dengan hubungan di antara working memory dan prestasi akademik.Secara keseluruhan, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan di antara masalah tidur dan prestasi akademik pada remaja dengan mediasi dari working memory.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah penggunaan tes kognitif berbasis performa seperti Digit Span atau Corsi Block‑Tapping menghasilkan estimasi working memory yang lebih akurat dibandingkan kuesioner, serta bagaimana perbedaan tersebut mempengaruhi estimasi mediasi antara masalah tidur dan prestasi akademik pada remaja. Selain itu, sebuah studi longitudinal yang melacak siswa selama tiga hingga lima tahun dapat memperjelas urutan kausal antara gangguan tidur, perubahan kapasitas working memory, dan prestasi belajar, sehingga dapat menilai apakah perbaikan pola tidur berkontribusi pada peningkatan memori kerja dan hasil akademik jangka panjang. Selanjutnya, penelitian dengan desain multilevel dapat menyelidiki peran faktor kontekstual seperti status sosial‑ekonomi, jenis kelamin, dan lingkungan sekolah sebagai moderator yang memodifikasi kekuatan hubungan mediasi, sehingga memberikan gambaran lebih komprehensif tentang kondisi yang memperkuat atau melemahkan efek mediasi working memory. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif yang lebih valid, desain longitudinal, dan analisis faktor moderasi, studi‑studi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme psikologis yang menghubungkan tidur, memori kerja, dan prestasi akademik pada populasi remaja.

  1. Working memory and cognitive styles in adolescents' attainment - Alloway - 2010 - British Journal... doi.org/10.1348/000709910X494566Working memory and cognitive styles in adolescents attainment Alloway 2010 British Journal doi 10 1348 000709910X494566
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/13273-012APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 13273 012
  3. Skala Gangguan Tidur untuk Anak (SDSC) sebagai Instrumen Skrining Gangguan Tidur pada Anak Sekolah Lanjutan... doi.org/10.14238/sp12.6.2011.365-72Skala Gangguan Tidur untuk Anak SDSC sebagai Instrumen Skrining Gangguan Tidur pada Anak Sekolah Lanjutan doi 10 14238 sp12 6 2011 365 72
Read online
File size470.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test