UIN SUSKAUIN SUSKA
Journal of Natural Science and IntegrationJournal of Natural Science and IntegrationPenelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi sebuah instrumen untuk menilai keterampilan berpikir kreatif pada topik suhu dan kalor di kalangan siswa sekolah menengah atas. Desain penelitian kuantitatif diterapkan, dengan analisis data menggunakan model Rasch. Penelitian melibatkan 136 siswa kelas XI dari dua SMA di Kabupaten Bandung Barat, terdiri dari 51 laki-laki dan 85 perempuan. Hasil analisis Rasch menunjukkan nilai Cronbachs alpha sebesar 0,78 (baik) dan nilai reliabilitas item sebesar 0,97 (sangat baik). Namun, diperlukan revisi kecil pada tiga butir soal untuk memperbaiki kejelasan bahasa. Distribusi persentase indikator berpikir kreatif adalah: kefasihan 70,34 %, fleksibilitas 68,57 %, orisinalitas 60,13 %, dan elaborasi 61,76 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa berpikir kreatif siswa terutama ditandai oleh kefasihan, yang menunjukkan kemampuan mereka menghasilkan banyak ide berdasarkan masalah yang diberikan, kemungkinan karena pemahaman materi yang baik. Namun, upaya instruksional lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan tingkat berpikir kreatif, khususnya pada fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi.
Instrumen berhasil dikembangkan dan divalidasi, menunjukkan validitas mengukur satu dimensi berpikir kreatif dengan reliabilitas baik (Cronbach α 0,78) dan item reliability 0,97.Analisis mengidentifikasi kemampuan tertinggi dan terendah serta adanya bias gender pada beberapa butir, menandakan perlunya revisi untuk keadilan.Disarankan melakukan pengujian instrumen pada sampel yang lebih luas dan beragam, serta memperluas aplikasi ke konsep fisika lainnya dan tingkat pendidikan berbeda untuk meningkatkan generalisasi.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki: (1) Bagaimana validitas dan reliabilitas instrumen berpikir kreatif ini bila diterapkan pada populasi siswa dari berbagai provinsi dan tipe sekolah (negeri vs swasta), sehingga dapat menguji generalisasi temuan? (2) Apakah adaptasi instrumen untuk topik fisika lain, seperti listrik atau gelombang, menghasilkan pola indikator kreativitas (fluency, flexibility, originality, elaboration) yang serupa atau berbeda, dan bagaimana perbandingan kesulitan itemnya menggunakan model Rasch? (3) Dengan menambahkan metode kualitatif seperti wawancara mendalam atau think‑aloud, sejauh mana faktor motivasi, konteks belajar, dan perbedaan gender memengaruhi proses berpikir kreatif siswa, serta apa strategi pembelajaran yang dapat mengurangi bias gender pada item penilaian. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai penerapan instrumen, memperkuat dasar teoretis, serta menghasilkan rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan pengembangan kompetensi kreativitas dalam pendidikan fisika.
- Development of Problem Based Learning (PBL) practicum guide to improve student Creative Thinking Skills... journal.redwhitepress.com/index.php/jels/article/view/49Development of Problem Based Learning PBL practicum guide to improve student Creative Thinking Skills journal redwhitepress index php jels article view 49
- Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor dalam Pembelajaran Fisika | Sundari... doi.org/10.24014/jnsi.v4i2.11445Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor dalam Pembelajaran Fisika Sundari doi 10 24014 jnsi v4i2 11445
| File size | 695.27 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian menyoroti bahwa profil literasi keberlanjutan masih moderat di kedua kategori sekolah dan memerlukan peningkatan. Profil literasi keberlanjutanPenelitian menyoroti bahwa profil literasi keberlanjutan masih moderat di kedua kategori sekolah dan memerlukan peningkatan. Profil literasi keberlanjutan
UIN SUSKAUIN SUSKA Secara umum, peserta melaporkan efektivitas diri tinggi terutama dalam proses eksperimental dan keselamatan, namun kualitas rencana pelajaran menunjukkanSecara umum, peserta melaporkan efektivitas diri tinggi terutama dalam proses eksperimental dan keselamatan, namun kualitas rencana pelajaran menunjukkan
UIN SUSKAUIN SUSKA Populasi penelitian adalah 1. 408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan 283 mahasiswa.Populasi penelitian adalah 1. 408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan 283 mahasiswa.
UIN SUSKAUIN SUSKA Secara khusus, hipotesis pada penelitian ini yaitu working memory dapat berperan sebagai variabel mediator yang menghubungkan masalah tidur dengan prestasiSecara khusus, hipotesis pada penelitian ini yaitu working memory dapat berperan sebagai variabel mediator yang menghubungkan masalah tidur dengan prestasi
IISTRIISTR Penelitian ini berfokus pada perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolahPenelitian ini berfokus pada perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian kuasi‑eksperimental ini, dilakukan selama empat bulan, melibatkan 84 siswa yang dibagi secara merata ke dalam kelompok eksperimen yang mengalamiPenelitian kuasi‑eksperimental ini, dilakukan selama empat bulan, melibatkan 84 siswa yang dibagi secara merata ke dalam kelompok eksperimen yang mengalami
UNMUHAUNMUHA Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Paya Dapur sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulanJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Paya Dapur sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) mata pelajaran PAI kelas X SMK IbrahimyPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) mata pelajaran PAI kelas X SMK Ibrahimy
Useful /
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (0,50%), P2 (1%), P3 (1,50%),Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (0,50%), P2 (1%), P3 (1,50%),
UIN SUSKAUIN SUSKA Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari sampel sebanyak 30 mahasiswa, terdiri dari 6 laki‑laki dan 24 perempuan. Instrumen yang digunakanDengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari sampel sebanyak 30 mahasiswa, terdiri dari 6 laki‑laki dan 24 perempuan. Instrumen yang digunakan
UIN SUSKAUIN SUSKA Dimensi Bahasa meraih skor impresif sebesar 85,90%, juga dikategorikan sebagai Sangat Sesuai, yang menunjukkan kualitas bahasa dan kemampuan komunikasiDimensi Bahasa meraih skor impresif sebesar 85,90%, juga dikategorikan sebagai Sangat Sesuai, yang menunjukkan kualitas bahasa dan kemampuan komunikasi
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Motivasi petani utama adalah tingginya nilai jual pepaya Callina. Budidaya pepaya Callina menumbuhkan nilai‑nilai karakter yang mencakup dimensi diri,Motivasi petani utama adalah tingginya nilai jual pepaya Callina. Budidaya pepaya Callina menumbuhkan nilai‑nilai karakter yang mencakup dimensi diri,