PUBLINEPUBLINE
Primary Journal of Multidisciplinary ResearchPrimary Journal of Multidisciplinary ResearchPenelitian ini mengkaji pengaruh pengasuhan orang tua tunggal terhadap perkembangan karakter anak di lingkungan Tembelok, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi dengan orang tua tunggal, anak-anak, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan peran ganda, gaya pengasuhan dominan yang diterapkan oleh orang tua tunggal adalah otoritatif, ditandai dengan kehangatan, konsistensi, serta aturan yang jelas namun fleksibel. Praktik sehari-hari seperti menyapa, menghormati orang yang lebih tua, disiplin dalam beribadah, dan partisipasi dalam kegiatan komunal (misalnya acara keagamaan, gotong royong, dan upacara adat) menumbuhkan sifat-sifat karakter positif meliputi kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, empati, dan religiusitas. Studi ini juga mengidentifikasi tiga faktor kunci yang memengaruhi hasil pengasuhan: sumber daya ekonomi yang terbatas, latar belakang pendidikan orang tua, dan peran dukungan sosial dari keluarga besar serta jaringan komunitas. Hasil-hasil ini menyoroti pentingnya pengasuhan otoritatif yang dikombinasikan dengan nilai-nilai komunal dan budaya dalam membentuk perkembangan moral dan sosial anak. Secara praktis, penelitian ini menyarankan bahwa program berbasis komunitas dan kebijakan perlindungan sosial diperlukan untuk memperkuat kapasitas orang tua tunggal dalam membesarkan anak-anak yang tangguh dan berkarakter baik.
Penelitian ini menegaskan peran penting orang tua tunggal dalam membentuk karakter anak, meskipun dihadapkan pada keterbatasan signifikan, dengan faktor ekonomi, pendidikan, dan sosio-lingkungan menjadi penentu utama kualitas pengasuhan.Kendati tantangan ekonomi yang dominan dan variasi latar belakang pendidikan memengaruhi efektivitas pengasuhan, orang tua tunggal tetap berhasil menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui teladan sehari-hari.Dukungan sosial dari keluarga besar dan komunitas bertindak sebagai penyangga krusial, yang memungkinkan orang tua tunggal membina anak-anak menjadi individu yang tangguh, mandiri, dan berkarakter positif, sehingga intervensi terintegrasi dalam pemberdayaan ekonomi dan literasi pendidikan sangat esensial.
Penelitian ini telah mengungkap bagaimana pengasuhan orang tua tunggal di Tembelok memengaruhi perkembangan karakter anak, dengan menyoroti peran faktor ekonomi, pendidikan, dan dukungan sosial. Namun, masih ada beberapa area menarik untuk penelitian lanjutan yang dapat memperdalam pemahaman kita. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi kuantitatif yang mengukur secara presisi sejauh mana setiap faktor—keterbatasan ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, dan kekuatan dukungan sosial—memengaruhi dimensi-dimensi spesifik dari karakter anak, seperti kejujuran, kedisiplinan, atau empati. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bobot relatif setiap pengaruh, yang sangat berguna untuk merancang program intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Kedua, mengingat adanya saran untuk intervensi terintegrasi, studi eksperimental atau kuasi-eksperimental dapat dirancang untuk mengevaluasi efektivitas program-program nyata, misalnya pelatihan keterampilan pengasuhan atau bantuan ekonomi terarah, terhadap kualitas pengasuhan dan hasil karakter anak. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan program yang dikembangkan benar-benar memberikan dampak positif yang diharapkan. Terakhir, karena studi ini bersifat deskriptif, penelitian lanjutan dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk melacak bagaimana pengalaman anak-anak dalam keluarga orang tua tunggal secara jangka panjang memengaruhi perkembangan karakter mereka hingga usia remaja atau dewasa. Menjelajahi secara lebih mendalam perspektif dan pengalaman subjektif anak-anak sendiri mengenai pengasuhan yang mereka terima juga akan memperkaya temuan, memberikan suara pada narasi mereka dan membantu kita memahami tantangan serta kekuatan yang mereka hadapi dari sudut pandang langsung. Ide-ide penelitian ini akan memperkuat basis pengetahuan tentang pengasuhan orang tua tunggal dan karakter anak di konteks lokal yang beragam.
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0033-2909.113.3.487APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0033 2909 113 3 487
- APA PsycNet. psycnet loading psycnet.apa.org/doi/10.1037/a0030935APA PsycNet psycnet loading psycnet apa doi 10 1037 a0030935
| File size | 933.71 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIKUSTAIKU Key findings reveal tawassuth (middle path), itidal (justice), and tasamuh (tolerance) as the core of Al-Sudaiss wasathiyyah, successfully applied throughKey findings reveal tawassuth (middle path), itidal (justice), and tasamuh (tolerance) as the core of Al-Sudaiss wasathiyyah, successfully applied through
STAIMADIUNSTAIMADIUN Politik hukum gerakan keluarga maslahah jika dibaca dalam perspektif teori hukum kritis, akan membawa kita pada pemahaman akan beberapa hal. Pertama, gerakanPolitik hukum gerakan keluarga maslahah jika dibaca dalam perspektif teori hukum kritis, akan membawa kita pada pemahaman akan beberapa hal. Pertama, gerakan
UNUHAUNUHA Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan praktik pembiasaan nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkanMetode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan praktik pembiasaan nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS dapat meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam diskusi, memperkuat pemahaman konsep kimia dasar, sertaHasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS dapat meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam diskusi, memperkuat pemahaman konsep kimia dasar, serta
METROMETRO Nilai moderasi beragama ada pada aspek kecintaan terhadap tanah air dan negara; nilai moderasi beragama ada pada sisi toleransi dan larangan ekstremisme,Nilai moderasi beragama ada pada aspek kecintaan terhadap tanah air dan negara; nilai moderasi beragama ada pada sisi toleransi dan larangan ekstremisme,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Dengan skor yang cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa buku ajar dianggap efektif dalam membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang sesuaiDengan skor yang cukup tinggi, ini menunjukkan bahwa buku ajar dianggap efektif dalam membantu mahasiswa mencapai keterampilan dan pengetahuan yang sesuai
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendidikan tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Fokus utama adalah bagaimanaPendidikan tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Fokus utama adalah bagaimana
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Selain itu, penyisipan nilai-nilai Islam moderat yang kedua dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaranSelain itu, penyisipan nilai-nilai Islam moderat yang kedua dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran
Useful /
STAIMADIUNSTAIMADIUN S An‑Nisa: 7 dan An‑Nisa:12. Hal ini sering dipandang sebagai doktrin qathi yang tidak memberi ruang untuk ijtihad dan harus diterima secara mutlak.S An‑Nisa: 7 dan An‑Nisa:12. Hal ini sering dipandang sebagai doktrin qathi yang tidak memberi ruang untuk ijtihad dan harus diterima secara mutlak.
STAIMADIUNSTAIMADIUN Berdasarkan analisis terhadap empat aspek penilaian, seluruh siswa perhitungan rata-rata nilai (83%), kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SDN DimongBerdasarkan analisis terhadap empat aspek penilaian, seluruh siswa perhitungan rata-rata nilai (83%), kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SDN Dimong
PUBLINEPUBLINE Berdasarkan hasil analisis, moderasi beragama bukanlah ajaran baru dalam Islam, tetapi telah terwujud sejak wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.Berdasarkan hasil analisis, moderasi beragama bukanlah ajaran baru dalam Islam, tetapi telah terwujud sejak wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
PUBLINEPUBLINE Namun, sikap eksklusif, kurangnya keterbukaan siswa, dan perilaku diskriminatif berdasarkan etnis dan agama tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.Namun, sikap eksklusif, kurangnya keterbukaan siswa, dan perilaku diskriminatif berdasarkan etnis dan agama tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.