WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West ScienceJurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap niat berhenti kerja karyawan di Indonesia menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari 255 responden di berbagai sektor melalui kuesioner terstruktur yang diukur dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan SPSS Statistics versi 25, dengan menerapkan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat berhenti kerja karyawan. Stres kerja menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan beban kerja, menandakan tekanan psikologis memainkan peran dominan dalam membentuk niat karyawan untuk berhenti kerja. Secara bersamaan, stres kerja dan beban kerja secara signifikan menjelaskan variasi dalam niat berhenti kerja, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola tingkat stres karyawan dan menyeimbangkan beban kerja untuk mengurangi niat berhenti kerja. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris dalam konteks Indonesia dan menawarkan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif untuk meningkatkan retensi karyawan.

Job stress dan workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan di Indonesia, dengan job stress memiliki pengaruh lebih dominan.Kedua faktor tersebut juga berinteraksi secara simultan, memperkuat niat karyawan untuk meninggalkan organisasi.Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan gaya kepemimpinan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi kuantitatif longitudinal untuk menelusuri bagaimana perubahan stres kerja dan beban kerja selama periode tertentu memengaruhi turnover intention serta menguji peran mediasi kepuasan kerja. Selain itu, dapat dilakukan eksperimen intervensi manajemen stres di organisasi, misalnya dengan program pelatihan mindfulness atau konseling, untuk menilai efektivitasnya dalam menurunkan turnover intention. Selanjutnya, studi perbandingan lintas industri dapat mengeksplorasi perbedaan pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara stres kerja, beban kerja, dan turnover intention, sehingga memberikan gambaran yang lebih holistik tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan keluar karyawan.

Read online
File size513.66 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test