UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Penelitian ini mengkaji pengaruh lama waktu ekstraksi dan konsentrasi natrium bisulfit terhadap ekstrak sereh wangi (Cymbopogon nardus) dengan menggunakan etanol sebagai pelarut. Sembilan perlakuan (P1–P9) dievaluasi berdasarkan rendemen, kadar air, serta uji pendahuluan KLT. Rendemen tertinggi (59,94%) diperoleh pada ekstraksi 4 jam dengan penambahan 2,5 g natrium bisulfit, sedangkan perlakuan P8 (5 jam, 2 g natrium bisulfit) menunjukkan rendemen lebih rendah namun kadar air lebih tinggi, yang mengindikasikan peningkatan kelarutan senyawa polar. Analisis ANOVA mengonfirmasi bahwa parameter ekstraksi berpengaruh nyata terhadap komposisi ekstrak (p < 0,05). Namun, hasil KLT menghasilkan nilai Rf yang tidak sesuai (melebihi batas teoritis), yang disebabkan oleh penggunaan fase gerak n-heksana: asam asetat (6:4) yang kurang tepat untuk pemisahan terpenoid. Oleh karena itu, KLT hanya dipertimbangkan sebagai analisis kualitatif. Analisis GC–MS pada perlakuan P8 menunjukkan 18 puncak yang didominasi oleh asam lemak rantai panjang (asam palmitat, oleat, cis vaksenat), sementara terpenoid khas sereh wangi (sitronelal, sitronelol, geraniol) tidak terdeteksi, menegaskan adanya kehilangan senyawa volatil selama ekstraksi etanol. Temuan ini menyoroti bahwa ekstraksi etanol pada suhu tinggi menghasilkan fraksi kaya asam lemak dengan potensi aplikasi fungsional, tetapi tidak sesuai untuk menghasilkan minyak atsiri sereh wangi yang autentik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengoptimalkan sistem pelarut KLT, memperluas profil GC–MS pada seluruh perlakuan, serta menggunakan metode ekstraksi alternatif seperti destilasi uap atau teknik solvent free microwave untuk mempertahankan terpenoid volatil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu ekstraksi dan konsentrasi natrium bisulfat berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan kadar air ekstrak sereh wangi.Meskipun analisis KLT menunjukkan hasil yang tidak konsisten, analisis GC-MS pada perlakuan P8 (5 jam, 2 g natrium bisulfat) mengungkapkan dominasi asam lemak rantai panjang, bukan terpenoid khas sereh wangi.Temuan ini menegaskan bahwa ekstraksi etanol pada suhu tinggi tidak dapat mempertahankan senyawa volatil sereh wangi.Metode alternatif seperti distilasi uap atau teknik microwave tanpa pelarut direkomendasikan untuk mempertahankan terpenoid volatil dan menghasilkan minyak atsiri sereh wangi yang autentik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengoptimalkan sistem pelarut KLT dan memperluas profil GC-MS pada semua perlakuan. Selain itu, metode ekstraksi alternatif seperti distilasi uap atau teknik microwave tanpa pelarut dapat dieksplorasi untuk mempertahankan terpenoid volatil dan menghasilkan minyak atsiri sereh wangi yang autentik. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi aplikasi fungsional fraksi kaya asam lemak yang dihasilkan dari ekstraksi etanol pada suhu tinggi.

  1. Aromatic plants of tropical central Africa. Part L. Volatile components of Clerodendrum buchholzii Gürke... doi.org/10.1002/ffj.1424Aromatic plants of tropical central Africa Part L Volatile components of Clerodendrum buchholzii GyEArke doi 10 1002 ffj 1424
  2. Effect of Extraction Time and Sodium Bisulfite on Citronella (Cymbopogon nardus) Extract: Yields, Moisture,... bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen/article/view/17988Effect of Extraction Time and Sodium Bisulfite on Citronella Cymbopogon nardus Extract Yields Moisture bestjournal untad ac index php kovalen article view 17988
Read online
File size498.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test