UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Daun sembung (Blumea balsamifera) merupakan salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Zat aktif yang terdapat dalam daun sembung (Blumea balsamifera) antara lain tanin dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi infusum dibuat dengan rentang 10%-100% dengan kepadatan bakteri 3x108 /ml. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode Kirby-Bauer. Dari pengamatan diketahui infusum daun sembung (Blumea balsamifera) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 90% yaitu 4,2 mm. Kesimpulannya bahan infusum daun sembung (Blumea balsamifera) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum daun sembung (Blumea balsamifera) efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 90%.

Penelitian lanjutan mengenai khasiat daun sembung (Blumea balsamifera) sebagai antibakteri masih sangat terbuka dan menjanjikan. Salah satu arah studi yang menarik adalah untuk mengeksplorasi metode ekstraksi yang berbeda, tidak hanya infusum berbasis air, seperti ekstraksi menggunakan pelarut etanol atau metanol. Membandingkan efektivitas antibakteri dari berbagai jenis ekstrak ini terhadap Escherichia coli, serta memperluas pengujian ke jenis bakteri patogen lainnya yang relevan, dapat mengungkapkan senyawa aktif yang lebih poten atau bentuk sediaan yang lebih efektif. Selain itu, penting untuk melakukan penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme kerja spesifik dari senyawa-senyawa antibakteri yang terkandung dalam daun sembung, seperti tanin dan saponin, pada tingkat seluler untuk memahami bagaimana mereka menghambat pertumbuhan bakteri. Studi ini juga bisa mencakup pengujian toksisitas, terutama sifat hemolitik saponin, terhadap sel manusia melalui uji in vitro untuk memastikan keamanan penggunaan. Terakhir, untuk melangkah lebih jauh dari lingkungan laboratorium, penelitian in vivo pada model hewan dapat dilakukan guna mengevaluasi efektivitas dan keamanan ekstrak daun sembung dalam mengatasi infeksi bakteri secara langsung, serta untuk meneliti potensi aplikasinya sebagai agen antidiaria, mengingat referensi awal tentang khasiat antidiare pada mencit. Pendekatan komprehensif ini akan sangat membantu dalam mengembangkan daun sembung menjadi agen terapeutik yang aman dan efektif.

Read online
File size331.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test