POLSRIPOLSRI

Prosiding Semnas FirstProsiding Semnas First

Carica papaya mengandung enzim proteolitik (papain dan kimopappin) serta komponen bioaktif seperti alkaloid, saponin, tannin, dan flavonoid yang memiliki fungsi antijamur dengan merusak integritas dinding sel jamur serta bersifat toksik sehingga ketika senyawa aktif diserap oleh jamur patogen dapat menyebabkan kerusakan pada organel sel, menghambat kerja enzim, dan selanjutnya menghambat pertumbuhan jamur patogen. Clitoria ternatea mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat menangkap radikal bebas sehingga mencegah serta memperbaiki kerusakan jaringan pada rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale serta peran Clitoria ternatea dalam pembentukan busa pada pembuatan sampo sebagai pengganti bahan kimia seperti KOH. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan metode ekstraksi menggunakan maserasi. Penelitian meliputi pembuatan ekstrak, uji skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan, formulasi sampo, pengukuran kadar air, tinggi busa, densitas, viskositas, serta uji iritasi berdasarkan standar mutu sampo SNI 06-2692-1992 serta pengujian terhadap jamur Pityrosporum ovale. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan konsentrasi ekstrak dan waktu pengadukan untuk memperoleh formula sampo terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa formula sampo terbaik diperoleh pada konsentrasi ekstrak Carica papaya 6% dan Clitoria ternatea 4% dengan waktu pengadukan 30 menit, yang menunjukkan bahwa sampo antiketombe memenuhi standar kualitas SNI.

Ekstrak biji pepaya dengan penambahan ekstrak bunga telang berhasil diformulasikan menjadi sampo antiketombe yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale, sesuai dengan regulasi BPOM No 23 Tahun 2019 tentang penggunaan Zinc Pyrithione.Konsentrasi ekstrak dan waktu pengadukan memengaruhi pH, kadar air, viskositas, dan tinggi busa sampo sehingga memenuhi standar SNI 06-2692-1992.Pengadukan selama 30 menit menghasilkan formula paling efektif, dan ekstrak bunga telang dapat berfungsi sebagai pengganti KOH dalam pembentukan foam booster.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas formulasi sampo ini terhadap berbagai jenis jamur penyebab ketombe selain Pityrosporum ovale, termasuk uji lapangan pada pengguna nyata untuk menilai keberhasilan klinisnya. Selanjutnya, dapat dieksplorasi metode ekstraksi alternatif seperti ekstraksi ultrasonik atau superkritikal untuk meningkatkan rendemen dan aktivitas bioaktif ekstrak, serta membandingkan karakteristik fisikokimia dan biaya produksi dengan metode maserasi yang digunakan saat ini. Selain itu, studi jangka panjang mengenai stabilitas produk, sifat sensorik (warna, aroma, tekstur), serta penerimaan konsumen dibandingkan dengan sampo komersial yang mengandung Zinc pyrithione perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan pemasaran dan potensi penggantian bahan kimia sintetis secara luas.

Read online
File size309.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test