JURNALSENIORJURNALSENIOR

Herbal Medicine JournalHerbal Medicine Journal

Porang ialah organ vegetatif yang dihasilkan tanaman porang berbentuk lonjong seperti batu dengan ukuran kurang lebih seperti kelereng kecil dan besar, dengan warna hitam kecoklatan, serta bertumbuh di tengah batang tanamannya. Studi ini dimaksudkan guna mengidentifikasi aktivitas ekstrak etanol Bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume) sebagai antibakeri terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta Streptococcus mutans dan mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung pada Bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume). Serbuk simplisia Bulbil porang diekstraksi pada etanol 96% dengan teknik maserasi. Serbuk simplisia diskrining guna mengidentifikasi adanya kandungan fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri dijalankan dengan bermetode kirby bauer dengan memanfaatkan kertas cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus serta Streptococcus mutans dalam rangka mengidentifikasi zona hambat. Hasil simplisia memperlihatkan bahwa simplisia Bulbil porang mengandung kadar air 6,08 %, kadar sari larut pada air 29,11%, kadar sari larut pada etanol 9,70%, kadar abu total 93,51%, kadar abu tidak larut pada asam 91,96%. Simplisia kata porang mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin. Ekstrak etanol Bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans.

Ekstrak Bulbil porang etanol (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, serta 50%.Pada bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi terkecil yakni 10% memperoleh zona hambat senilai 11,43 mm serta pada konsentrasi terbesar yakni 50% memperoleh zona hambat senilai 15,63 mm.Pada bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi terendah yakni 10% memperoleh zona hambat sebesar 10,53 mm, dan pada konsentrasi tertinggi yakni 50% memperoleh zona hambat sebesar 14,46 mm.Golongan senyawa kimia yang terkandung dalam simplisia Bulbil porang (Amorphophallus muelleri Blume) yaitu Alkaloid, Flavonoid, dan Tanin.

Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi efektivitas ekstrak porang terhadap bakteri lain seperti Escherichia coli atau Pseudomonas aeruginosa untuk memperluas spektrum aktivitas antibakteri. Selain itu, penelitian dapat menguji metode ekstraksi alternatif, seperti penggunaan pelarut berbeda atau teknik mikroba, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas ekstrak. Selain itu, studi tentang pengaruh dosis ekstrak porang terhadap resistensi bakteri secara jangka panjang dapat dilakukan untuk memahami potensi aplikasinya dalam pengobatan. Penelitian ini juga dapat menggabungkan analisis komponen kimia ekstrak untuk mengidentifikasi senyawa aktif utama yang berperan dalam aktivitas antibakteri. Selain itu, uji klinis pada hewan atau manusia dapat dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas ekstrak porang sebagai pengganti antibiotik konvensional. Studi juga dapat mengkaji interaksi ekstrak porang dengan antibiotik lain untuk mengevaluasi efek sinergis atau antagonis. Terakhir, penelitian tentang pengembangan formulasi ekstrak porang dalam bentuk obat oles atau oral dapat dilakukan untuk memperluas penerapan praktisnya.

Read online
File size496.81 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test