UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Latar Belakang: Pada tahun 2020 UPT Puskesmas Balai Makam mengalami masalah terjadinya kekosongan obat. Berdasarkan laporan ketersediaan obat dan vaksin esensial Puskesmas dari Dinkes Kab. Bengkalis dari 17 Puskesmas yang terdapat di Kabupaten Bengkalis, UPT Puskesmas Balai Makam menempati urutan ketiga dengan ketersediaan obat dan vaksin sebesar 68,33 %. Tujuan: menganalisa perencanaan dan pengadaan persediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di UPT Puskesmas Balai Makam. Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Borda. Metode pengambilan data dengan wawancara mendalam kepada 8 (delapan) orang informan terpilih yang dinilai sebagai ahli (expert). Hasil penelitian: Hasil Analysis Hierarchi Process (AHP) diperoleh kriteria yang terpilih adalah SDM sebesar 46 %, kriteria ini sebagai support management dalam kegiatan perencanaan dan pengadaan sediaan farmasi dan BMHP. Alternatif pemecahan masalah SDM melalui monitoring dan evaluasi kinerja SDM. Diskusi: Hasil kriteria dengan bobot prioritas tertinggi adalah Sumber Daya Manusia dan alternative pemecahan masalah yang mendapat bobot rangking tertinggi adalah monitoring dan evaluasi kinerja Sumber Daya Manusia secara berkala. Perlu peningkatan evalusi internal dari pihak UPT Puskesmas Balai Makam serta pihak Dinas Kesehatan Kab. Bengkalis.

Analisis menggunakan AHP menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) memiliki bobot prioritas tertinggi (46%) dalam perencanaan dan pengadaan obat serta BMHP di Puskesmas Balai Makam.Alternatif solusi yang paling efektif adalah monitoring dan evaluasi kinerja SDM secara berkala, sebagaimana diperingkat tertinggi oleh metode Borda.Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan meningkatkan kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten serta mempercepat konversi Puskesmas menjadi BLUD untuk memperkuat pengelolaan keuangan dan pelayanan kefarmasian.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak integrasi sistem manajemen inventaris digital dengan model keputusan berbasis AHP untuk meningkatkan pemantauan real‑time stok obat di puskesmas, sehingga meningkatkan responsibilitas terhadap kekosongan obat. Selain itu, perlu dievaluasi efektivitas program peningkatan kapasitas bagi tenaga kefarmasian dalam memperkuat kompetensi SDM serta pengaruhnya terhadap penurunan kejadian kekosongan obat, yang dapat menjadi dasar kebijakan pelatihan berkelanjutan. Selanjutnya, studi kelaikan dan hasil konversi puskesmas non‑BLUD menjadi status BLUD dapat dianalisis untuk menilai peningkatan otonomi keuangan, efisiensi pengadaan farmasi, dan dampaknya pada kualitas layanan kefarmasian di tingkat daerah.

  1. Teknik Pengambilan Keputusan | Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi. teknik pengambilan keputusan efisiensi... journal.uny.ac.id/index.php/efisiensi/article/view/3796Teknik Pengambilan Keputusan Efisiensi Kajian Ilmu Administrasi teknik pengambilan keputusan efisiensi journal uny ac index php efisiensi article view 3796
  2. JURNAL AGRICA. pengaruh kualitas sumber daya manusia sdm efektifitas implikasinya kinerja karyawan pelaksana... doi.org/10.31289/agrica.v12i2.2866JURNAL AGRICA pengaruh kualitas sumber daya manusia sdm efektifitas implikasinya kinerja karyawan pelaksana doi 10 31289 agrica v12i2 2866
  3. Analisis Perencanaan dan Ketersediaan Obat di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Timur | Suryagama | JURNAL... journal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/44444Analisis Perencanaan dan Ketersediaan Obat di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Timur Suryagama JURNAL journal ugm ac jmpf article view 44444
Read online
File size623.29 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test