SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Praktikum laboratorium merupakan bagian penting dalam pendidikan keperawatan, namun berisiko menimbulkan kecelakaan kerja akibat paparan bahaya biologis, kimia, dan fisik. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan perlu memiliki kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Kesadaran K3 dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, namun bukti empiris pada mahasiswa keperawatan di perguruan tinggi masih terbatas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran K3 mahasiswa keperawatan dalam praktikum laboratorium di Universitas Kepanjen.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mahasiswa keperawatan pada praktikum laboratorium dipengaruhi oleh interaksi antara faktor kognitif, afektif, dan lingkungan pembelajaran.Pengetahuan K3, sikap terhadap K3, ketersediaan fasilitas K3, serta peran dosen atau instruktur terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesadaran K3 mahasiswa, dengan pengetahuan K3 sebagai faktor yang paling dominan.Sebaliknya, pengalaman kecelakaan kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa pengalaman insidental semata belum cukup untuk membentuk kesadaran keselamatan tanpa dukungan edukasi dan lingkungan yang kondusif.Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran K3 mahasiswa keperawatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif melalui penguatan pendidikan K3 yang terstruktur, pembentukan sikap positif, keteladanan dan pengawasan dosen atau instruktur, serta penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai.Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan dan mempersiapkan mahasiswa keperawatan untuk menerapkan prinsip K3 secara konsisten dalam praktik profesional di masa mendatang.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan yang mengintegrasikan K3 secara lebih sistematis, tidak hanya sebagai materi teoritis, tetapi juga sebagai kompetensi inti dalam setiap kegiatan praktikum laboratorium. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran dosen atau instruktur dalam membentuk kesadaran K3 mahasiswa, serta pengaruh pengalaman kecelakaan kerja terhadap kesadaran K3. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan desain penelitian yang lebih komprehensif, seperti studi longitudinal atau studi kasus, untuk memperoleh data yang lebih mendalam dan komprehensif.
| File size | 351.37 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Integrasi praktik terbaik ini direkomendasikan untuk memperkuat sistem SDM Coffee Shop X dan mengurangi niat turnover karyawan secara berkelanjutan. BerdasarkanIntegrasi praktik terbaik ini direkomendasikan untuk memperkuat sistem SDM Coffee Shop X dan mengurangi niat turnover karyawan secara berkelanjutan. Berdasarkan
PORTALPUBLIKASIPORTALPUBLIKASI Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi koperasi lain dalam mengelola SDM secara strategis. Penerapan strategi manajemen SDM yang terstrukturPenelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi koperasi lain dalam mengelola SDM secara strategis. Penerapan strategi manajemen SDM yang terstruktur
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mediasi strategi sumber daya manusia (SDM) dalam hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai diPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mediasi strategi sumber daya manusia (SDM) dalam hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai di
UNPABUNPAB Kreasi Lutvi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi literatur. Data diperoleh dari sumber sekunder seperti jurnal ilmiah terindeks,Kreasi Lutvi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi literatur. Data diperoleh dari sumber sekunder seperti jurnal ilmiah terindeks,
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Dengan analisis SWOT, pengurus dapat berupaya dan antisipasi dalam menyikapi berbagai faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan manajemen strategiDengan analisis SWOT, pengurus dapat berupaya dan antisipasi dalam menyikapi berbagai faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan manajemen strategi
RCF INDONESIARCF INDONESIA Untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan karyawan, instansi harus memiliki manajemen yang baik, yang meliputi peningkatan manajemen SDM dan program pengembanganUntuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan karyawan, instansi harus memiliki manajemen yang baik, yang meliputi peningkatan manajemen SDM dan program pengembangan
LITERASISAINSLITERASISAINS Subjek penelitian adalah Bendahara Sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya manajemen keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana dan prasarana PendidikanSubjek penelitian adalah Bendahara Sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya manajemen keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana dan prasarana Pendidikan
LITERASISAINSLITERASISAINS Bentuk analisisnya fokus pada faktor normatif dan informatif serta gabungan keduanya dalam proses keputusan pembelian di supermarket terkait produk- produkBentuk analisisnya fokus pada faktor normatif dan informatif serta gabungan keduanya dalam proses keputusan pembelian di supermarket terkait produk- produk
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 81 perawat menggunakan total sampling. Instrumen berupa kuesioner skalaMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 81 perawat menggunakan total sampling. Instrumen berupa kuesioner skala
SARI MUTIARASARI MUTIARA Terdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p = 0,000; ρ = 0,489) dan durasi kerja (p = 0,000; r = 0,524) dengan kejadian MSDs. Simpulan: PosturTerdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p = 0,000; ρ = 0,489) dan durasi kerja (p = 0,000; r = 0,524) dengan kejadian MSDs. Simpulan: Postur
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pijat oksitosin merupakan metode yang terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijatPijat oksitosin merupakan metode yang terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat
AN NURAN NUR Sehingga kegiatan pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru melaikan pada peserta didik. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakanSehingga kegiatan pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru melaikan pada peserta didik. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan