SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke‑2 penyakit akibat kerja di Indonesia. Penelitian dengan 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%. Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional, total sampling 54 pengemudi bus Transjatim. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk keluhan MSDs dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk penilaian postur. Analisis menggunakan uji Spearman dan Somers d. Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%). Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%). Terdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p = 0,000; ρ = 0,489) dan durasi kerja (p = 0,000; r = 0,524) dengan kejadian MSDs. Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs.

Postur kerja dan durasi kerja pengemudi bus Transjatim berpengaruh signifikan terhadap kejadian MSDs.Mayoritas pengemudi dengan postur rendah dan durasi lama mengalami keluhan ringan.Perbaikan ergonomi dan pengelolaan jam kerja menjadi sarana bagi pengurangan risiko MSDs.

Berdasarkan temuan, perlu dilakukan studi longitudinal multi‑site untuk memvalidasi efek jangka panjang postur dan durasi kerja pada MSDs, melibatkan pengemudi dari berbagai koridor Transjatim. Selanjutnya, perbandingan intervensi edukasi ergonomi sebelum dan sesudah pelatihan dapat menilai dampak program pada penurunan keluhan MSDs. Juga, penelitian tentang regulasi jam kerja maksimal dan kebijakan manajemen waktu di sektor transportasi publik dapat memberikan dasar kebijakan untuk meminimalkan risiko MSDs pada pengemudi.

  1. Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Manual Handling:... prin.or.id/index.php/JURRIKES/article/view/5558Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders MSDs pada Pekerja Manual Handling prin index php JURRIKES article view 5558
  2. HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGEMUDI BUS | Hasanuddin... doi.org/10.30597/hjph.v3i2.21894HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGEMUDI BUS Hasanuddin doi 10 30597 hjph v3i2 21894
Read online
File size516.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test