SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATRiwayat Artikel: Tanggal Dikirim: 21 Juni 2025 Tanggal Diterima: 16 Juli 2025 Tanggal Dipublish: 17 Juli 2025 Kata kunci: Menyusui Tidak Efektif; Pijat Oksitosin; Post Partum; Sectio Caesarea Latar belakang: Post partum merupakan periode pemulihan organ reproduksi setelah persalinan, yang melibatkan adaptasi fisiologis dan psikologis ibu. Kecemasan sering terjadi pada ibu post sectio caesarea yang dapat menghambat produksi Air Susu Ibu (ASI). Penurunan produksi ASI dapat disebabkan oleh keterlambatan inisiasi menyusui, efek anestesi, serta kurangnya stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Pijat oksitosin merupakan metode yang terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin dalam mengatasi kecemasan dan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea di ruang maternal KIAT RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Metode: Laporan kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga tahap evaluasi. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI setelah 2 hari diberikan intervensi pijat oksitosin dengan 15 menit tiap pertemuan. Simpulan: Pijat oksitosin terbukti efektif dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partum, yang ditunjukkan dengan meningkatnya produksi ASI.
Pijat oksitosin terbukti efektif dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partum, ditunjukkan dengan peningkatan produksi ASI.Pijat oksitosin dapat menstimulasi refleks let down, mengurangi pembengkakan, mengurangi sumbatan ASI, dan memberikan relaksasi serta kenyamanan pada ibu.Pijat oksitosin lebih baik dua kali sehari pada pagi atau sore hari dengan durasi pemijatan 10‑15 menit.
Bagaimana peningkatan frekuensi dan durasi pijat oksitosin memengaruhi kebugaran psikologis ibu serta kualitas ASI? Apakah kombinasi pijat oksitosin dengan teknik edukasi penyusuan dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi pada jangka panjang? Bagaimana peran suami dalam pelaksanaan pijat oksitosin di rumah dapat mempengaruhi kepatuhan dan hasil pemberian ASI?.
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF | Salamah | JKM (Jurnal Kebidanan... doi.org/10.33024/jkm.v5i3.1418FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Salamah JKM Jurnal Kebidanan doi 10 33024 jkm v5i3 1418
- Efektivitas Kombinasi Pijat Oksitosin dan Breast Care terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Post Partum Normal... doi.org/10.33143/jhtm.v4i2.202Efektivitas Kombinasi Pijat Oksitosin dan Breast Care terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Post Partum Normal doi 10 33143 jhtm v4i2 202
| File size | 286.2 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Kondisi ini memerlukan perhatianObesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Kondisi ini memerlukan perhatian
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pengenalan sport tourism dan wellness tourism berhasil memberikan pemahaman dan pengalaman baru kepada masyarakat,Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pengenalan sport tourism dan wellness tourism berhasil memberikan pemahaman dan pengalaman baru kepada masyarakat,
SARI MUTIARASARI MUTIARA Metode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan informan dari kalangan kader posyandu, bidan desa, ibu PKK, kelompok sasaran ibuMetode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan informan dari kalangan kader posyandu, bidan desa, ibu PKK, kelompok sasaran ibu
SARI MUTIARASARI MUTIARA Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 81 perawat menggunakan total sampling. Instrumen berupa kuesioner skalaMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 81 perawat menggunakan total sampling. Instrumen berupa kuesioner skala
SARI MUTIARASARI MUTIARA Sekitar 43,55% perempuan muda telah menjadi ibu sebelum usia 21 tahun, terutama di wilayah pedesaan dengan akses pendidikan terbatas (2). Selain itu, tercatatSekitar 43,55% perempuan muda telah menjadi ibu sebelum usia 21 tahun, terutama di wilayah pedesaan dengan akses pendidikan terbatas (2). Selain itu, tercatat
UMSBUMSB Pendahuluan: Salah satu bentuk pelayanan yang berkualitas dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah tersusunnya dokumentasi keperawatan yang sesuaiPendahuluan: Salah satu bentuk pelayanan yang berkualitas dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah tersusunnya dokumentasi keperawatan yang sesuai
UMSBUMSB 024) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 61 tahun) memiliki nyeri sendi berat sebelum intervensi senam osteoporosis. Setelah intervensi senam osteoporosis,024) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 61 tahun) memiliki nyeri sendi berat sebelum intervensi senam osteoporosis. Setelah intervensi senam osteoporosis,
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tentang perawatan masa nifas dan bayi baru lahir, menghadirkan peran aktif kader dan masyarakat,Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tentang perawatan masa nifas dan bayi baru lahir, menghadirkan peran aktif kader dan masyarakat,
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Latar belakang: Praktikum laboratorium merupakan bagian penting dalam pendidikan keperawatan, namun berisiko menimbulkan kecelakaan kerja akibat paparanLatar belakang: Praktikum laboratorium merupakan bagian penting dalam pendidikan keperawatan, namun berisiko menimbulkan kecelakaan kerja akibat paparan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas perlu ditingkatkan karena fasilitas yang tidak memadai, jarak lokasi yang tidak terlalu jauh,Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas perlu ditingkatkan karena fasilitas yang tidak memadai, jarak lokasi yang tidak terlalu jauh,
SARI MUTIARASARI MUTIARA Terdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p = 0,000; ρ = 0,489) dan durasi kerja (p = 0,000; r = 0,524) dengan kejadian MSDs. Simpulan: PosturTerdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p = 0,000; ρ = 0,489) dan durasi kerja (p = 0,000; r = 0,524) dengan kejadian MSDs. Simpulan: Postur
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri dan tenaga kesehatan juga dapat ikut serta secara online. Edukasi Penggunaan Suplemen Serta Konsumsi BuahMasyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri dan tenaga kesehatan juga dapat ikut serta secara online. Edukasi Penggunaan Suplemen Serta Konsumsi Buah