SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Pada tahun 2022–2024, Tim PPI di Rumah Sakit X Gresik Utara mencatat 327 kasus infeksi nosokomial, termasuk peningkatan phlebitis dari 1,15% (2022), 0,82% (2023), menjadi 1,3% (2024). Meski pencegahan infeksi menjadi indikator SPM rumah sakit, sebagian tenaga kesehatan belum sepenuhnya menerapkannya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan kebersihan tangan dan penggunaan APD perawat terhadap kejadian infeksi nosokomial Phlebitis di Rumah Sakit X Wilayah Gresik Utara. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 83 perawat di RS X Gresik Utara, menggunakan kuesioner valid, observasi SOP, dan data Phlebitis 2022-2024. Analisis menggunakan uji contingency coefficient. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan kebersihan tangan dengan kejadian Phlebitis (p = 0,000; C = 0,447), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan APD dengan Phlebitis (p = 0,184; C = 0,144). Simpulan: Kepatuhan kebersihan tangan berhubungan signifikan dengan Phlebitis. Edukasi rutin dan pelatihan kepada perawat penting untuk meningkatkan kepatuhan. Temuan ini dapat menjadi dasar program pengabdian masyarakat dalam pencegahan infeksi di fasilitas layanan kesehatan.

Kepatuhan kebersihan tangan berhubungan signifikan dengan kejadian phlebitis.Kepatuhan penggunaan APD tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan phlebitis.Edukasi rutin dan pelatihan perawat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan mengurangi infeksi nosokomial.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara longitudinal efektivitas program edukasi hand hygiene dan pelatihan APD pada perawat, sehingga dapat mengukur perubahan perilaku dan penurunan insiden phlebitis selama periode satu tahun. Selain itu, perbandingan antar rumah sakit di wilayah provinsi dapat dilakukan untuk menilai dampak kebijakan PPI dan standar SPM pada tingkat infeksi nosokomial, serta mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara nasional. Terakhir, evaluasi prosedur pemasangan infus secara terstandarisasi—termasuk waktu, teknik, dan jenis cairan—sehingga dapat dikorelasikan dengan kejadian phlebitis, sehingga memberikan pedoman operasional yang lebih jelas bagi tenaga kesehatan.

  1. The Relationship Of Nurses' Compliance In Implementing Standard Operating Procedures (SPO) For Installing... doi.org/10.30994/jqph.v8i1.498The Relationship Of Nurses Compliance In Implementing Standard Operating Procedures SPO For Installing doi 10 30994 jqph v8i1 498
  2. Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Prosedur Hand Hygiene Perawat Di Rumah Sakit Di Gorontalo | Apriana... jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id/index.php/JNC/article/view/401Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan Prosedur Hand Hygiene Perawat Di Rumah Sakit Di Gorontalo Apriana jurnal poltekkesgorontalo ac index php JNC article view 401
  3. PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN | Jurnal Ilmiah Manajemen,... journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/2841PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Jurnal Ilmiah Manajemen journal stiemb ac index php mea article view 2841
  4. Hubungan Pengetahuan, Motivasi dan Beban Kerja dengan Perilaku Cuci Tangan Perawat Sebagaiupaya Pencegahan... doi.org/10.33024/mnj.v5i9.9216Hubungan Pengetahuan Motivasi dan Beban Kerja dengan Perilaku Cuci Tangan Perawat Sebagaiupaya Pencegahan doi 10 33024 mnj v5i9 9216
Read online
File size321.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test