IJBLEIJBLE
International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and EducationBankruptcy law is fundamentally designed as an ultimum remedium due to its severe legal and economic consequences for debtors, creditors, and broader market stability. Namun, hukum kepailitan Indonesia masih mengandalkan persyaratan formal minimal, yang dapat memfasilitasi penyalahgunaan petisi kepailitan terhadap debitur solvent. Artikel ini memeriksa bagaimana prinsip ultimum remedium dan proporsionalitas dioperasionalkan dalam praktik yudisial melalui Keputusan Mahkamah Agung No. 1714 K/Pdt.Sus-Pailit/2022. Menggunakan pendekatan hukum normatif dikombinasikan dengan analisis jurisprudensial, studi ini mengevaluasi alasan putusan pengadilan dalam membatasi kepailitan meskipun persyaratan hukum formal terpenuhi. Analisis dilengkapi dengan perspektif komparatif terhadap rejimen kepailitan involuntary di Amerika Serikat dan kerangka ketahanan insolvensi di Singapura. Hasilnya menunjukkan pergeseran yudisial dari keadilan formal ke penekanan dampak ekonomi, proporsionalitas, dan ketersediaan alternatif non-kepailitan. Perkembangan ini menandai pembatasan yudisial terhadap kepailitan sebagai resort terakhir dan menyediakan landasan normatif bagi reformasi hukum kepailitan Indonesia.
Sus-Pailit/2022 menegaskan bahwa pemenuhan persyaratan formal kepailitan tidak otomatis mengakreditasi pengajuan kepailitan.Putusan mengadopsi standar evaluatif tambahan yang menilai dampak ekonomi, keberlanjutan usaha debitur, dan keseimbangan kepentingan para pihak.Dengan demikian, kepailitan semakin diposisikan sebagai alat kolektif yang harus diakui secara rasional dan kontekstual, memperkuat prinsip ultimum remedium dan proporsionalitas dalam praktik yudisial Indonesia.
Berbagai penelitian lanjutan dapat diusulkan mengingat keterbatasan artikel ini. Pertama, analisis komprehensif terhadap keputusan-keputusan Mahkamah Agung lainnya di bidang kepailitan dapat mengungkap pola penerapan prinsip ultimum remedium dan proporsionalitas secara sistematis, sehingga memperkuat dasar empiris untuk reformasi UU KPKPU. Kedua, studi empiris yang melibatkan perspektif hakim pengadilan dagang, kurator, dan praktisi hukum dapat menilai sejauh mana standar substantif yang dijabarkan di putusan No. 1714 memengaruhi praktik yudisial harian, termasuk persepsi risiko hukum dan keefektifan alternatif non-kepailitan. Ketiga, penelitian yang meninjau dampak kebijakan ketahanan insolvensi pada kepailitan di negara lain, seperti model reenforce di Singapura, dapat memberi insight praktis bagi Indonesia untuk menimbang institusionalisasi penambahan ambang batas utang minimal dan mekanisme penegakan kepatuhan terhadap hukum kepailitan, sehingga meningkatkan keadilan dan stabilitas ekonomi secara menyeluruh.
- Urgensi Minimal Utang Sebagai Persyaratan Permohonan Pailit (Perbandingan Pengaturan Minimal Utang dengan... journal.uii.ac.id/Lex-Renaissance/article/view/30887Urgensi Minimal Utang Sebagai Persyaratan Permohonan Pailit Perbandingan Pengaturan Minimal Utang dengan journal uii ac Lex Renaissance article view 30887
- Constraining Bankruptcy as an Ultimum Remedium | International Journal of Business, Law, and Education.... doi.org/10.56442/ijble.v7i1.1332Constraining Bankruptcy as an Ultimum Remedium International Journal of Business Law and Education doi 10 56442 ijble v7i1 1332
- "DECONSTRUCTING SIMPLE EVIDENCE IN BANKRUPTCY PETITION FOR LEGAL CERTAINTY" by M. Hadi Shubhan.... scholarhub.ui.ac.id/ilrev/vol9/iss2/2DECONSTRUCTING SIMPLE EVIDENCE IN BANKRUPTCY PETITION FOR LEGAL CERTAINTY by M Hadi Shubhan scholarhub ui ac ilrev vol9 iss2 2
| File size | 290.73 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IJBLEIJBLE Hasil menunjukkan bahwa etos kerja secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai dengan mendorong profesionalisme, integritas, dan rasa tanggung jawabHasil menunjukkan bahwa etos kerja secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai dengan mendorong profesionalisme, integritas, dan rasa tanggung jawab
IJBLEIJBLE Tantangan dalam kualitas layanan dan keluhan pasien menunjukkan kebutuhan untuk memeriksa faktor-faktor organisasi yang mempengaruhi kinerja perawat. PenelitianTantangan dalam kualitas layanan dan keluhan pasien menunjukkan kebutuhan untuk memeriksa faktor-faktor organisasi yang mempengaruhi kinerja perawat. Penelitian
IJBLEIJBLE Tujuannya adalah merancang model pemberdayaan berkelanjutan bagi mustahik (penerima zakat) dalam keuangan sosial Islam. Dengan metodologi studi kasus kualitatif,Tujuannya adalah merancang model pemberdayaan berkelanjutan bagi mustahik (penerima zakat) dalam keuangan sosial Islam. Dengan metodologi studi kasus kualitatif,
IJBLEIJBLE Data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 300 konsumen dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktorData dikumpulkan melalui kuesioner online dari 300 konsumen dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktor
IJBLEIJBLE Setiap institusi menjalankan kewenangan yang berbeda namun saling terkait dalam domain administratif, etika, kriminal, dan konstitusional. Penelitian iniSetiap institusi menjalankan kewenangan yang berbeda namun saling terkait dalam domain administratif, etika, kriminal, dan konstitusional. Penelitian ini
IJBLEIJBLE Penelitian ini menyelidiki peran inovasi hijau dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan bisnis di perusahaan kewirausahaan berorientasiPenelitian ini menyelidiki peran inovasi hijau dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan bisnis di perusahaan kewirausahaan berorientasi
IJBLEIJBLE Temuan ini menegaskan peran strategis inovasi dalam memperkuat dampak kualitas layanan pada kinerja bisnis, memberikan bukti empiris khususnya di lingkunganTemuan ini menegaskan peran strategis inovasi dalam memperkuat dampak kualitas layanan pada kinerja bisnis, memberikan bukti empiris khususnya di lingkungan
KOMPETIFKOMPETIF A conducive organizational culture and high employee competence can increase work motivation, while poor management of work-life balance can reduce workA conducive organizational culture and high employee competence can increase work motivation, while poor management of work-life balance can reduce work
Useful /
IJBLEIJBLE Disiplin kerja dan niat keluar keduanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan di UKM. Kedua faktor tersebut secara bersamaanDisiplin kerja dan niat keluar keduanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan di UKM. Kedua faktor tersebut secara bersamaan
IJBLEIJBLE Namun, penilaian kinerja tidak memediasi hubungan antara pelatihan dan pengembangan dengan perilaku hemat energi. Secara keseluruhan, model yang diusulkanNamun, penilaian kinerja tidak memediasi hubungan antara pelatihan dan pengembangan dengan perilaku hemat energi. Secara keseluruhan, model yang diusulkan
IJBLEIJBLE Kombinasi kedua faktor tersebut secara simultan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada perusahaan berskala besar, sekaligusKombinasi kedua faktor tersebut secara simultan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada perusahaan berskala besar, sekaligus
IJBLEIJBLE Instrumen penelitian divalidasi untuk validitas dan keandalan, dan data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk menentukan efek parsial dan simultanInstrumen penelitian divalidasi untuk validitas dan keandalan, dan data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk menentukan efek parsial dan simultan