IJBLEIJBLE

International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and Education

Penelitian ini mengatasi tantangan kritis ketergantungan dalam distribusi zakat tradisional dengan mengusulkan kerangka transformasi berbasis analisis rantai nilai. Tujuannya adalah merancang model pemberdayaan berkelanjutan bagi mustahik (penerima zakat) dalam keuangan sosial Islam. Dengan metodologi studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus bersama manajer lembaga zakat serta mustahik yang telah berhasil di Indonesia. Temuan menghasilkan kerangka Mustahik Transformation Value Chain (MTVC) yang terdiri dari lima tahap: Penyaringan, Pembangunan, Penghubungan, Pemasaran, dan Pemeliharaan. Kerangka ini mengubah paradigma dari bantuan konsumtif menjadi investasi strategis pada sumber daya manusia dan integrasi pasar. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan sistematis pendekatan rantai nilai sangat penting untuk memutus siklus ketergantungan, memungkinkan mustahik mencapai kemandirian ekonomi dan berpotensi beralih menjadi muzakki (pembayar zakat). Kerangka ini menjadi panduan praktis untuk meningkatkan dampak sosial‑ekonomi jangka panjang dana zakat.

Penelitian ini berhasil merumuskan model Mustahik Transformation Value Chain (MTVC) yang terdiri dari lima tahap—Screening, Building, Linking, Marketing, dan Sustaining—sebagai kerangka operasional untuk mengubah mustahik menjadi muzakki yang mandiri.Meskipun model ini telah diuji secara kualitatif pada konteks Indonesia, keterbatasannya terletak pada bias sampel keberhasilan, ketidakvalidan umum, dan belum adanya bukti empiris mengenai efektivitas prediktifnya.Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi secara kuantitatif dampak MTVC, menganalisis kegagalan program, serta mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital guna menskalakan model secara efektif.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan uji coba eksperimental longitudinal untuk mengukur dampak kuantitatif masing‑mahasiswa tahap MTVC terhadap pendapatan dan tingkat transformasi mustahik menjadi muzakki, sehingga menghasilkan bukti empiris keberhasilan model. Selanjutnya, diperlukan studi kualitatif yang meneliti faktor‑faktor penyebab kegagalan mustahik yang tidak berhasil melewati tahapan MTVC, guna mengidentifikasi gate‑gate kritis yang membutuhkan intervensi tambahan. Akhirnya, pengembangan dan evaluasi platform digital berbasis kecerdasan buatan yang mendukung penilaian potensi, pelatihan keterampilan, serta pemasaran produk dapat diuji pada skala besar untuk menilai efektivitas teknologi dalam mempercepat dan mengefisiensikan proses pemberdayaan mustahik.

  1. Breaking the Dependency Cycle: a Value Chain Framework for Sustainable Mustahik Empowerment in Islamic... ijble.com/index.php/journal/article/view/1366Breaking the Dependency Cycle a Value Chain Framework for Sustainable Mustahik Empowerment in Islamic ijble index php journal article view 1366
Read online
File size360.03 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test