KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei eksplanatori terhadap 50 responden yang dipilih secara purposif. Instrumen kuesioner diuji validitasnya (Semua item valid, Sig. <0,05) dan reliabilitasnya (Cronbachs Alpha >0,70) sehingga layak digunakan. Uji asumsi klasik menunjukkan residual terdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas (Tolerance >0,10; VIF <10), dan tidak ada heteroskedastisitas (uji Glejser, Sig. >0,05). Analisis regresi linier berganda menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,594, yang berarti 59,4% variasi perencanaan karier dapat dijelaskan oleh kompetensi, motivasi, dan kepuasan kerja. Uji F menunjukkan model signifikan secara simultan (F = 22,426, Sig. = 0,000). Secara parsial, kompetensi (Sig. = 0,001) dan kepuasan kerja (Sig. = 0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap perencanaan karier, sedangkan motivasi tidak signifikan (Sig. = 0,347). Temuan ini menegaskan bahwa kompetensi berbasis digital dan kepuasan kerja merupakan faktor kunci dalam perencanaan karier karyawan pada konteks pasca‑merger industri telekomunikasi, sementara motivasi individu berperan lemah.

Penelitian ini menemukan bahwa kompetensi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karier karyawan, sedangkan motivasi tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.Hal ini menegaskan bahwa dalam konteks telekomunikasi pasca‑merger, faktor keterampilan, pengetahuan, serta kepuasan terhadap lingkungan kerja lebih menentukan arah karier karyawan dibanding motivasi individu.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki peran budaya organisasi sebagai moderator antara kompetensi, kepuasan kerja, motivasi, dan perencanaan karier pada perusahaan telekomunikasi yang baru bergabung, untuk memahami bagaimana nilai‑nilai budaya dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antar variabel tersebut. Selain itu, disarankan dilakukan studi longitudinal yang memantau efek program pengembangan kompetensi digital terhadap perencanaan karier karyawan selama beberapa tahun, guna mengidentifikasi perubahan dinamis dan keberlanjutan manfaat program pelatihan. Selanjutnya, penelitian komparatif antara merek‑merek telekomunikasi yang tergabung dalam entitas XLSMART dapat menilai efektivitas pelatihan kompetensi digital pada masing‑masing unit bisnis, serta mengungkap faktor-faktor spesifik yang memengaruhi adopsi dan hasil pelatihan di lingkungan pasca‑merger.

  1. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PT. TELKOM TELEKOMUNIKASI... doi.org/10.31315/be.v17i1.5530PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PT TELKOM TELEKOMUNIKASI doi 10 31315 be v17i1 5530
  2. Analisis Peranan Literasi Teknologi dan Informasi Sebagai Variabel Moderating Dalam Hubungan Openness... ojs.unikom.ac.id/index.php/jurnal-unikom/article/view/6385Analisis Peranan Literasi Teknologi dan Informasi Sebagai Variabel Moderating Dalam Hubungan Openness ojs unikom ac index php jurnal unikom article view 6385
  3. Examining the Influence of Organisational Culture on Employee Retention in Telecommunications Industry,... doi.org/10.58709/niujhu.v8i3.1703Examining the Influence of Organisational Culture on Employee Retention in Telecommunications Industry doi 10 58709 niujhu v8i3 1703
  4. Development of strategic human source management model for small and medium enterprises in Thailand’s... e3s-conferences.org/10.1051/e3sconf/202128407031Development of strategic human source management model for small and medium enterprises in ThailandAos e3s conferences 10 1051 e3sconf 202128407031
Read online
File size384.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test