UNTARUNTAR

Jurnal Muara Medika dan Psikologi KlinisJurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis

Profesi medis, terutama dokter, harus menghadapi tantangan setiap harinya seperti jam kerja yang panjang, tuntutan emosional yang tinggi, dan cenderung memprioritaskan kebutuhan pasien dibandingkan kebutuhan diri sendiri. Risiko burnout pada dokter semakin meningkat dan bahkan menjadi isu global sebelum pandemi COVID-19. Studi menunjukkan bahwa dokter yang mengalami burnout dapat menghadapi masalah serius seperti peningkatan risiko kesalahan medis, penurunan kualitas pelayanan, dan bahkan memberikan ancaman terhadap produktivitas sistem kesehatan. Faktor-faktor seperti beban kerja yang tinggi, tugas administratif, dan jam kerja yang panjang juga menjadi salah satu faktor terjadinya rasa burnout pada profesi dokter. Selain itu, penelitian mencatat bahwa work-life integration (WLI) memiliki peran signifikan dalam terjadinya burnout pada dokter. Adanya tantangan dalam mencapai kepuasan dalam work-life integration dapat meningkatkan risiko konflik, yang dapat berdampak negatif pada pekerjaan dan menyebabkan terjadinya burnout. Dengan adanya urgensi ini, penelitian menggunakan metode Systematic Review without Meta-Analysis dilakukan untuk menyelidiki pengaruh tingkat kepuasan work-life integration terhadap burnout pada dokter. Hasil dalam penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam, membantu mengembangkan strategi intervensi dan kebijakan yang lebih baik di dunia kedokteran dan juga menemukan adanya pengaruh tinggi rendahnya tingkat kepuasan work-life integration yang dimiliki seorang dokter terhadap burnout yang dialaminya.

Data dari seluruh artikel penelitian menunjukkan semakin besar angka tingkat kepuasan work-life integration yang didapatkan maka akan semakin rendah angka burnout.Dokter tetap menjadi profesi yang mempunyai risiko tinggi untuk mengalami burnout dikarenakan adanya angka kepuasan work-life integration yang rendah dibanding pekerja di bidang lainnya.Faktor gender, setting praktik, dan ras/etnis juga mempengaruhi tingkat kepuasan WLI dan burnout, sehingga intervensi harus mempertimbangkan konteks tersebut.

Berbasis temuan, diperlukan studi longitudinal yang memonitor perubahan kepuasan work-life integration dan tingkat burnout pada dokter selama masa kerja, guna mengidentifikasi titik kritis intervensi. Selain itu, riset intervensi berbasis teknologi (misalnya aplikasi manajemen waktu dan stres) harus dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kepuasan WLI dan menurunkan burnout di berbagai setting klinis. Akhirnya, penelitian kualitatif tentang persepsi dokter minoritas etnis terhadap WLI dapat memperkaya pemahaman tentang faktor protektif yang dapat dipertimbangkan dalam kebijakan dukungan kesehatan mental di sektor medis.

  1. Physician burnout: contributors, consequences and solutions - West - 2018 - Journal of Internal Medicine... doi.org/10.1111/JOIM.12752Physician burnout contributors consequences and solutions West 2018 Journal of Internal Medicine doi 10 1111 JOIM 12752
  2. 0. pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs dm zd 7k vy mrh ip jwm... iosrjournals.org/iosr-jbm/papers/Vol19-issue3/Version-1/L1903016771.pdf0 pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs dm zd 7k vy mrh ip jwm iosrjournals iosr jbm papers Vol19 issue3 Version 1 L1903016771 pdf
Read online
File size194.82 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test