STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA

Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahBunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola interaksi masyarakat, namun pada saat yang sama juga meningkatkan risiko terjadinya pelecehan seksual di ruang digital. Fenomena ini menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang serius, terutama bagi perempuan dan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan menjaga pandangan, menjaga ucapan, larangan menyakiti orang lain, serta perlindungan terhadap kehormatan manusia, sekaligus mengkaji relevansinya dalam upaya pencegahan pelecehan seksual di era digital melalui pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis literatur hadis, kitab syarah hadis, serta berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan pelecehan seksual digital dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun digital, bertentangan dengan nilai-nilai moral Islam karena merusak martabat dan kehormatan manusia. Hadis-hadis Nabi Muhammad saw. memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etika digital, terutama dalam membentuk sikap pengendalian diri, menjaga ucapan, dan menghormati kehormatan orang lain. Selain itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mencegah pelecehan seksual melalui penguatan etika digital, literasi media sosial Islami, dan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian hadis dan pendidikan Islam dengan menawarkan pemahaman kontekstual mengenai hadis sebagai moral foundation untuk menghadapi persoalan sosial kontemporer di era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi saw.memiliki relevansi yang kuat dalam upaya pencegahan pelecehan seksual di era digital.Pertama, hadis tentang menjaga pandangan, menjaga lisan, larangan mendekati zina, dan menjaga kehormatan manusia menegaskan bahwa Islam melarang segala bentuk perilaku yang mengarah pada pelecehan seksual, baik secara verbal, fisik, maupun digital.Kedua, berbagai bentuk pelecehan seksual kontemporer seperti catcalling, cyber sexual harassment, penyebaran konten pornografi, dan eksploitasi tubuh di media sosial memiliki keterkaitan dengan konsep zina anggota tubuh dalam hadis sehingga nilai-nilai hadis tetap relevan dalam menjawab tantangan moral di era digital.Ketiga, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya pelecehan seksual meliputi lemahnya kontrol diri, kurangnya pemahaman agama, budaya dominasi atau penyalahgunaan kekuasaan, serta pengaruh media digital yang minim kontrol moral.Keempat, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mencegah pelecehan seksual melalui penguatan pendidikan akhlak digital, literasi media sosial yang Islami, dan pembentukan karakter peserta didik yang menghormati kehormatan diri serta orang lain.Dengan demikian, integrasi nilai-nilai hadis dalam pendidikan Islam dapat menjadi landasan etis dalam membangun perilaku digital yang bertanggung jawab dan berkeadaban.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut ini adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Menganalisis lebih mendalam tentang pengaruh media sosial dan budaya digital terhadap pelecehan seksual, terutama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana media sosial menciptakan ruang baru untuk pelecehan seksual dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku dan persepsi masyarakat. . . 2. Mengembangkan strategi pendidikan akhlak digital yang efektif untuk mencegah pelecehan seksual di era digital. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode-metode pendidikan yang inovatif, seperti penggunaan teknologi, media sosial, dan platform daring untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika digital kepada peserta didik.. . 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu menghadapi tantangan moral di era digital. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana pendidikan Islam dapat mengintegrasikan nilai-nilai hadis dan prinsip-prinsip Islam dalam pembentukan karakter peserta didik, terutama dalam hal pengendalian diri, penghormatan terhadap kehormatan manusia, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

  1. MENJAGA KEHORMATAN SEBAGAI PERLINDUNGAN NASAB PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH | Nizham Journal of... e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/nizham/article/view/2105MENJAGA KEHORMATAN SEBAGAI PERLINDUNGAN NASAB PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAoAH Nizham Journal of e journal metrouniv ac index php nizham article view 2105
Read online
File size411.09 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

Useful /

ads-block-test