FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA

KOMUNITASKOMUNITAS

Religiositas adalah tingkat pengetahuan, keyakinan, pelaksanaan dan penghayatan seseorang atas ajaran agama yang diyakininya, atau suatu sikap penyerahan diri kepada suatu kekuatan yang ada diluar dirinya yang diwujudkan dalam aktivitas dan perilaku individu sehari-sehari yang mencakup lima dimensi: keyakinan agama, peribadatan agama, pengetahuan agama, penghayatan, dan pengamalan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat religiositas masyarakat Dasan Cermen dan solidaritas dalam membangun masjid dengan menggunakan teori sosiologi Emile Durkheim. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologi yang mencakup aktivitas sehari-hari masyarakat, percakapan langsung atau tidak langsung, bentuk aktivitas keagamaan, dan intensitas masyarakat dalam memanfaatkan masjid. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mendorong masyarakat Dasan Cermen untuk membangun masjid adalah faktor ideologi pahala dari Allah, solidaritas kolektif yang baik yang diturunkan melalui masyarakat pedesaan, aturan tertulis, dan tuntutan sedekah dari pengguna jalan yang sangat antusias untuk pembangunan Masjid Darul Hidayah. Selain itu, masyarakat Dasan Cermen telah memiliki solidaritas mekanis terhadap ideologi dalam membangun masjid. Meskipun masyarakat Dasan Cermen adalah masyarakat perkotaan, solidaritas dalam membangun masjid terlihat dari ideologi pemahaman agama mereka. Ideologi ini juga berkembang menjadi solidaritas mekanis mereka sebagai aturan yang telah diturunkan dari pendahulu mereka, karena masyarakat masih memiliki kehidupan komunal yang solid di mana warga memiliki kepentingan dan kesadaran yang sama.

Keberagamaan adalah tingkat pengetahuan, keyakinan, pelaksanaan dan penghayatan seseorang atas ajaran agama yang diyakininya, atau suatu sikap penyerahan diri kepada suatu kekuatan yang ada diluar dirinya yang diwujudkan dalam aktivitas dan perilaku individu sehari-sehari yang mencakup lima aspek atau dimensi yaitu keyakinan agama, peribadatan agama, pengetahuan agama, penghayatan, dan pengamalan agama.Dalam keberagamaan ini pengaplikasiannya tentu berbeda-beda, dan perbedaan itu pula pada masyarakat Dasan Cermen dalam menjalankan tingkat keberagamaanya.Semangat solidaritas keberagamaan yang terlihat dalam praktik tengah dibangun dalam membangun masjid pada masyarakat Dasan Cermen mencerminkan identitas muslim kesasakan yang komunal di tengah-tangah masyarakat perkotaan Mataram.Sistem solidaritas yang secara turun temurun memproduksi sikap toleransi antar budaya, tingkat sosial dan agama.Masjid Darul Hidayah menjadi semacam identitas kolektif keberadaan masyarakat muslim dan tingkat penghayatan mereka terhadap Tuhan, hubungan dengan sesama, dan hubungan dengan lingkungan.Bangunan masjid, sebagaimana sudah dipaparkan di atas adalah sebuah product dari solidaritas mekanik rural society dan organik uban Society sebagai penggerak di luar dirinya serta fakta sosial yang kami sebut ideologi keagamaan.Solidaritas yang terjalin pada masyarakat Dasan Cermen bersifat mekanik, biasa berlaku pada masyarakat pedesaan, awik-awik dan organik perkotaan.Mekanik karena solidaritas mereka digerakkan oleh ketokohan para tetua Tuan guru, ustadz, di lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran masjid dalam membangun kesalehan sosial di masyarakat Dasan Cermen. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana masjid dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang mendorong kesalehan individu dan sosial. Kedua, penelitian tentang pengaruh ideologi keagamaan dalam membangun solidaritas masyarakat Dasan Cermen. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana ideologi keagamaan menjadi pemantik gerakan kolektif dan bagaimana hal ini mempengaruhi praktik keagamaan dan sosial di masyarakat. Ketiga, penelitian tentang pengaruh tuntutan masyarakat dalam pembangunan masjid Darul Hidayah. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana tuntutan masyarakat, khususnya pengguna jalan, menjadi faktor penting dalam pembangunan masjid dan bagaimana hal ini mempengaruhi partisipasi dan solidaritas masyarakat dalam proyek pembangunan masjid.

Read online
File size1.99 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test