USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Karies gigi adalah masalah utama bagi kesehatan gigi dan rongga mulut di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah mikroorganisme, yaitu Streptococcus mutans. Oleh karena itu diperlukan agen antibakteri untuk mencegah perkembangannya. Belakangan ini beberapa bahan alam telah dikaji dan telah terbukti memiliki aktifitas antibakteri, diantaranya yaitu tanaman sereh (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri kedua tanaman tersebut. Pengukuran Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) menggunakan metode mikrodilusi. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sereh (Cymbopogon citratus). Ekstrak daun sereh tidak dapat menghambat dan membunuh bakteri, sedangkan ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 250 ppm sampai konsentrasi 2000 ppm dapat menghambat bakteri., dengan nilai KBM pada konsentrasi 500 ppm. Daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik daripada daun sereh dalam menghambat dan membunuh pertumbuhan Streptococcus mutans.

Daun sirih hijau (Piper betle L) memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dari pada daun sereh (Cymbopogon citratus) dalam menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada eksplorasi potensi daun sereh lebih lanjut, mengingat studi ini menunjukkan ekstrak etanolnya tidak efektif melawan Streptococcus mutans. Mungkin ada metode ekstraksi lain yang lebih optimal atau jenis pelarut berbeda yang dapat mengaktifkan senyawa antibakteri pada sereh, sehingga perlu diuji efeknya terhadap bakteri lain penyebab karies atau mikroorganisme patogen mulut lainnya. Selain itu, untuk ekstrak daun sirih hijau yang telah terbukti efektif secara in vitro, langkah berikutnya yang krusial adalah melakukan penelitian in vivo pada hewan coba atau uji klinis terkontrol pada manusia. Hal ini penting untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan ekstrak sirih hijau ketika diaplikasikan langsung di lingkungan rongga mulut yang kompleks, misalnya dalam formulasi obat kumur atau pasta gigi, serta untuk memahami dosis yang aman dan efektif dalam jangka panjang. Terakhir, mengingat daun sirih hijau mengandung berbagai senyawa aktif yang menjanjikan, investigasi lebih mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa tunggal spesifik yang paling bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri tersebut. Peneliti juga bisa mempelajari potensi efek sinergis antara senyawa aktif yang berbeda dalam sirih hijau, atau kombinasinya dengan agen antibakteri konvensional, untuk menciptakan agen pencegah karies yang lebih kuat dan inovatif.

Read online
File size476.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test