THEHIPKNEEJOURNALTHEHIPKNEEJOURNAL

The Hip and Knee JournalThe Hip and Knee Journal

Biofilm merupakan komunitas mikroba yang terstruktur, di mana sel‑sel mikroorganisme hidup bersama dalam matriks pelindung yang mereka produksi sendiri. Proses pembentukan biofilm melibatkan lima tahap utama: (1) attachment awal, (2) adhesi dan agregasi, (3) pembentukan mikrokoloni, (4) maturasi dengan pelepasan ekstraseluler polisakarida (EPS) dan ekspresi gen, serta (5) dispersi untuk penyebaran sel. Selama proses tersebut, sistem komunikasi sel‑sel yang disebut quorum sensing (QS) memainkan peran penting dalam mengatur kepadatan sel, transfer gen horizontal, dan resistensi terhadap antibiotik. Biofilm berkontribusi pada lebih dari 80% infeksi klinis, termasuk infeksi pada kateter, prostesis, dan jaringan kronis, sehingga menimbulkan beban ekonomi dan morbiditas yang signifikan. Penelitian terkini menyoroti pengembangan agen penghambat QS, lapisan antimikroba, serta peptida antibakteri sebagai strategi potensial untuk mengendalikan pembentukan biofilm dan meningkatkan efektivitas terapi antimikroba.

Biofilm memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dengan memperparah infeksi dan meningkatkan resistensi antibiotik.Pemahaman mendalam tentang mekanisme quorum sensing dan struktur matriks biofilm sangat penting untuk merancang intervensi yang efektif.Oleh karena itu, pengembangan strategi penghambatan biofilm, termasuk inhibitor QS dan bahan antimikroba, harus menjadi fokus utama penelitian klinis ke depan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas inhibitor quorum sensing baru pada pencegahan pembentukan biofilm pada perangkat medis, baik dalam uji in vitro maupun model in vivo, untuk menilai potensi terapeutik dan keamanan penggunaannya; selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi peran enzim yang dihasilkan oleh mikrobioma manusia dalam memecah matriks EPS biofilm pada model luka kronis, dengan tujuan mengidentifikasi kandidat enzim yang dapat diaplikasikan secara klinis; akhirnya, pengembangan model komputasi prediktif yang mengaitkan sifat permukaan material (misalnya kekasaran, energi permukaan, dan charge) dengan kemampuan adhesi biofilm akan membantu merancang bahan implant yang secara intrinsik menolak kolonisasi mikroba, sehingga mengurangi risiko infeksi nosokomial.

  1. The biofilm‐associated bacterial infections unrelated to indwelling devices - Mirzaei - 2020... doi.org/10.1002/iub.2266The biofilmyAAAaassociated bacterial infections unrelated to indwelling devices Mirzaei 2020 doi 10 1002 iub 2266
Read online
File size117.95 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test