IAINGAWIIAINGAWI
Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingAflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna simbolik Tari Sufi, serta mengkaji potensinya sebagai media intervensi dalam konseling multikultural. Tari Sufi sebagai praktik spiritual dalam tradisi tasawuf tidak hanya dipahami sebagai bentuk ekspresi religius, tetapi juga sebagai gerakan meditasi dinamis yang memiliki nilai terapeutik bagi keseimbangan psikologis individu. Artikel ini menggunakan metode literature review, yakni menganalisis berbagai artikel, buku, dan penelitian akademik yang membahas Tari Sufi, terapi berbasis budaya, dan konseling multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan berputar dalam Tari Sufi mampu menghasilkan kondisi kesadaran baru, meningkatkan regulasi emosi, dan ketenangan batin. Sejumlah literatur menegaskan bahwa Tari Sufi dapat membantu mengurangi stres, menenangkan kecemasan, mendukung pemrosesan trauma, serta memberikan pengalaman transformatif melalui praktik spiritual yang mendalam. Selain itu, nilai-nilai sufistik seperti penyerahan diri, cinta ilahi, dan kesadaran batin memiliki kemiripan dengan konsep mindfulness, sehingga relevan untuk intervensi konseli berbasis spiritual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tari Sufi berpotensi menjadi intervensi konseling multikultural melalui penggabungan aspek spiritual, emosional, dan fisik untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis konseli.
Penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi makna simbolik Tari Sufi mengungkap gerakan berputar sebagai representasi perjalanan spiritual menuju penyatuan dengan Sang Pencipta serta simbolisme tangan dan kostum yang melambangkan rahmat ilahi, kasih, serta kesadaran akan kematian.Tari Sufi berpotensi sebagai media intervensi konseling multikultural karena mampu menciptakan kondisi kesadaran baru, regulasi emosi, dan integrasi tubuh‑pikiran, terbukti memberikan manfaat terapeutik seperti pengurangan stres, pemrosesan trauma, dan peningkatan stabilitas emosional.Oleh karena itu, pengembangan model intervensi yang terstruktur, penyesuaian gerakan dengan keberagaman budaya konseli, serta penyusunan panduan praktis dan kolaborasi dengan komunitas Sufi diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas Tari Sufi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis konseli.
Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif efektivitas kombinasi Tari Sufi dengan pelatihan mindfulness dalam mengurangi tingkat kecemasan pada klien multikultural, sehingga memberikan bukti empiris mengenai sinergi dua pendekatan tersebut. Selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi bagaimana modifikasi gerakan Tari Sufi yang mengintegrasikan simbol-simbol budaya spesifik (misalnya motif batik, gerakan tarian tradisional daerah) memengaruhi keterlibatan dan rasa kebermaknaan klien dari berbagai etnis, untuk menyesuaikan intervensi dengan konteks budaya yang lebih luas. Terakhir, penelitian longitudinal pada kelompok pengungsi dapat menilai dampak jangka panjang sesi Tari Sufi reguler terhadap proses pemulihan trauma, rekonstruksi identitas, dan integrasi sosial, sehingga memperluas pemahaman tentang peran terapi berbasis spiritual dalam konteks migrasi.
- Tari Sufi dan Penguatan Pemahaman Keagamaan Moderat Kaum Muda Muslim (Studi Kasus Tari Sufi Karanganyar,... doi.org/10.24014/sb.v16i2.7036Tari Sufi dan Penguatan Pemahaman Keagamaan Moderat Kaum Muda Muslim Studi Kasus Tari Sufi Karanganyar doi 10 24014 sb v16i2 7036
- Konsep Bimbingan dan Konseling Multikultural pada Saat Ini | Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi... ejournal.appisi.or.id/index.php/Dialogika/article/view/291Konsep Bimbingan dan Konseling Multikultural pada Saat Ini Dialogika Jurnal Penelitian Komunikasi ejournal appisi index php Dialogika article view 291
- Login. pascasarjana institut seni surakarta jl ki hajar dewantara nomor kentingan jebres telp email iicacs... 103.104.177.181/index.php/greget/article/view/2875Login pascasarjana institut seni surakarta jl ki hajar dewantara nomor kentingan jebres telp email iicacs 103 104 177 181 index php greget article view 2875
| File size | 292.44 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UPSUPS Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek utama remaja usia 17 tahun dan data pendukung dari teman dan keluarga. Teknik pengumpulanMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek utama remaja usia 17 tahun dan data pendukung dari teman dan keluarga. Teknik pengumpulan
UPSUPS Dalam penelitian ini, subjek dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima intervensi berupaDalam penelitian ini, subjek dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima intervensi berupa
UPSUPS Populasi yang diteliti meliputi 456 peserta didik kelas 11 di SMAN 4 Pandeglang, dengan pengambilan sampel sebanyak 213 peserta didik menggunakan teknikPopulasi yang diteliti meliputi 456 peserta didik kelas 11 di SMAN 4 Pandeglang, dengan pengambilan sampel sebanyak 213 peserta didik menggunakan teknik
UPSUPS Studi menunjukkan seberapa terbuka siswa terhadap diri mereka sendiri di kelas XI di SMAN 4 Pandeglang umumnya berada pada kategori medium, dengan 17%Studi menunjukkan seberapa terbuka siswa terhadap diri mereka sendiri di kelas XI di SMAN 4 Pandeglang umumnya berada pada kategori medium, dengan 17%
UNYUNY Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian adalah Sj dan Uk seorang istri dan anak korban perselingkuhan. DataPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian adalah Sj dan Uk seorang istri dan anak korban perselingkuhan. Data
UPSUPS Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan smartphone (X) berada pada tiga kategori dominan, yaitu 16,18% siswa pada kategori kejenuhan rendah,Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penggunaan smartphone (X) berada pada tiga kategori dominan, yaitu 16,18% siswa pada kategori kejenuhan rendah,
UNAIUNAI Extended family proved to provide support figure substitution, financial-material, and social status recovery. All respondents confirmed receiving comprehensiveExtended family proved to provide support figure substitution, financial-material, and social status recovery. All respondents confirmed receiving comprehensive
UNUBLITARUNUBLITAR Subjek dalam intervensi ini adalah semua siswa kelas VII–IX dari sekolah X di Surabaya. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikapSubjek dalam intervensi ini adalah semua siswa kelas VII–IX dari sekolah X di Surabaya. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap
Useful /
IAINGAWIIAINGAWI Kepemimpinan berbasis nilai religius tidak hanya mengarahkan proses pembelajaran Al‑Quran, tetapi juga memacu partisipasi sosial serta memperkuat nilaiKepemimpinan berbasis nilai religius tidak hanya mengarahkan proses pembelajaran Al‑Quran, tetapi juga memacu partisipasi sosial serta memperkuat nilai
IAINGAWIIAINGAWI Artikel ini mengkaji sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Mamluk dan Ottoman melalui pendekatan historis dan dianalisis dalam perspektif ReligiousArtikel ini mengkaji sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Mamluk dan Ottoman melalui pendekatan historis dan dianalisis dalam perspektif Religious
UNUBLITARUNUBLITAR Pendekatan perilaku merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif. Pendekatan ini merupakan salah satuPendekatan perilaku merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif. Pendekatan ini merupakan salah satu
169169 Konsep kreativitas Rhodes membahas empat poin, yaitu; tekanan (press), individu (person), proses (process), dan produk (product) atau yang dikenal sebagaiKonsep kreativitas Rhodes membahas empat poin, yaitu; tekanan (press), individu (person), proses (process), dan produk (product) atau yang dikenal sebagai