UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Artikel ini berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian adalah Sj dan Uk seorang istri dan anak korban perselingkuhan. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan langkah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi dari Reivich & Shate (2002) yang mencakup aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan. Hasil penelitian yang didapat usia tidak menjadi penentu seseorang untuk lebih resilien. Hal ini tampak pada Uk yang lebih muda dari Sj, tetapi Uk lebih unggul dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls. Tampak pada kedua subjek bahwa resiliensi tidak dipengaruhi oleh usia seseorang tetapi resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, dukungan sosial, spriritualitas dan emosi positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah terhadap pengembangan keilmuan psikologi pendidikan dan bimbingan bidang pribadi khususnya tentang resiliensi pada istri dan anak korban perselingkuhan suami.

Penelitian ini menemukan bahwa usia bukanlah faktor penentu dalam resiliensi seseorang.Uk, yang lebih muda dari Sj, menunjukkan resiliensi yang lebih baik dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls.Resiliensi lebih dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, dukungan sosial, spiritualitas, dan emosi positif.Sj dan Uk mampu bertahan dan beradaptasi dengan keadaan sulit, menunjukkan kemampuan untuk merespon masalah secara positif dan mengambil hikmah dari pengalaman mereka.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran dukungan sosial dari keluarga dan komunitas dalam meningkatkan resiliensi anak dan istri korban perselingkuhan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi berbasis resiliensi yang dirancang khusus untuk membantu anak dan istri korban perselingkuhan mengatasi trauma dan membangun kembali kehidupan mereka. Intervensi ini dapat mencakup pelatihan keterampilan regulasi emosi, peningkatan efikasi diri, dan pengembangan strategi koping yang adaptif. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor protektif dan risiko yang spesifik bagi anak-anak dari berbagai usia yang mengalami dampak perselingkuhan orang tua mereka, sehingga program pencegahan dan intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pengetahuan dan praktik di bidang psikologi keluarga dan konseling.

Read online
File size74.87 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test