IAINGAWIIAINGAWI
Kurikula : Jurnal PendidikanKurikula : Jurnal PendidikanArtikel ini mengkaji sistem pendidikan Islam pada masa Dinasti Mamluk dan Ottoman melalui pendekatan historis dan dianalisis dalam perspektif Religious Education. Fokus kajian diarahkan pada konteks kemunculan kedua dinasti, sistem kelembagaan pendidikan, karakter kurikulum, serta hubungan antara pendidikan, masyarakat, dan otoritas agama. Data diperoleh melalui kajian pustaka dan analisis historis atas literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mamluk memainkan peran penting dalam membangun kembali struktur keilmuan Islam pasca kehancuran akibat invasi Mongol, sedangkan Ottoman memperluas dan memodernisasi sistem pendidikan dengan model kelembagaan yang lebih terorganisir. Kajian ini memberikan implikasi mengenai transisi pendidikan Islam dari spiritualisasi berasaskan masjid, madrasah, dan khanqah menuju institusionalisasi pendidikan formal dengan struktur hierarkis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan Islam pada masa Mamluk dan Ottoman memiliki karakter yang berbeda sesuai konteks sosial-politik masing-masing.Mamluk menekankan pendidikan sebagai sarana pelestarian tradisi keilmuan dan penguatan moralitas masyarakat, sementara Ottoman mengembangkan pendidikan sebagai instrumen negara untuk membangun struktur birokrasi yang kuat dan terorganisasi.Perbedaan ini mencerminkan dua orientasi utama religious education.Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar kajian lanjutan mengembangkan analisis lebih detail mengenai pengaruh kedua model pendidikan tersebut terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam konteks integrasi kurikulum, peran ulama, serta modernisasi lembaga pendidikan.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis lebih mendalam mengenai pengaruh model pendidikan Mamluk dan Ottoman terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi kurikulum, peran ulama, dan modernisasi lembaga pendidikan telah berkembang dan berimplikasi pada praktik pendidikan agama Islam saat ini. Selain itu, studi komparatif yang menyelidiki perbedaan dan kesamaan antara kedua model pendidikan dalam konteks sosial-politik masing-masing juga dapat memberikan kontribusi berharga bagi pemahaman lebih lanjut tentang dinamika pendidikan Islam.
| File size | 318.34 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI MIFDASTAI MIFDA Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan naratif-integratif, mengkaji sumber primer berupaMetode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan naratif-integratif, mengkaji sumber primer berupa
STAI MIFDASTAI MIFDA Dampak jangka panjang dari proses ini tercermin dalam terbentuknya tradisi Islam Jawa yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap budaya lokal, yang hinggaDampak jangka panjang dari proses ini tercermin dalam terbentuknya tradisi Islam Jawa yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap budaya lokal, yang hingga
STAI MIFDASTAI MIFDA Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah,Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah,
UINSUNAUINSUNA Artikel ini membahas tentang konsep moderasi beragama dalam membina kekuatan moralitas bangsa. Bangsa Indonesia adalah masyarakat beragam budaya denganArtikel ini membahas tentang konsep moderasi beragama dalam membina kekuatan moralitas bangsa. Bangsa Indonesia adalah masyarakat beragam budaya dengan
UINSUNAUINSUNA Hasil implementasi program benchmarking literasi pada Pesantren Terpadu Nurul Huda mampu menciptakan kemajemukan, kekuatan, dan kemajuan bangsa dalam menghadapiHasil implementasi program benchmarking literasi pada Pesantren Terpadu Nurul Huda mampu menciptakan kemajemukan, kekuatan, dan kemajuan bangsa dalam menghadapi
UINSUNAUINSUNA Peran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility (ikatan keberadaban), untukPeran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility (ikatan keberadaban), untuk
UINSUNAUINSUNA Article should be started by Title of Article followed by Authors Name and Affiliation Address and abstract. This abstract section should be typed in ItalicArticle should be started by Title of Article followed by Authors Name and Affiliation Address and abstract. This abstract section should be typed in Italic
UINSUNAUINSUNA 3: 7 tentang ayat-ayat yang dapat dipahami dengan segera dinamakan dengan ayat muhkamat sebagai pokok-pokok isi al-Quran (Ummul al-Kitab) dan mutasyabihat3: 7 tentang ayat-ayat yang dapat dipahami dengan segera dinamakan dengan ayat muhkamat sebagai pokok-pokok isi al-Quran (Ummul al-Kitab) dan mutasyabihat
Useful /
IAINGAWIIAINGAWI Penelitian yang dilakukan di SMK PGRI 1 Ngawi berhasil mengembangkan modul pengajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa program Perhotelan.Penelitian yang dilakukan di SMK PGRI 1 Ngawi berhasil mengembangkan modul pengajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa program Perhotelan.
UBUB Bagian kedua dari diskusi ini menarik analisis praktis dengan membandingkan sembilan prinsip kinerja keberlanjutan Epstein dan kinerja keberlanjutan HMBagian kedua dari diskusi ini menarik analisis praktis dengan membandingkan sembilan prinsip kinerja keberlanjutan Epstein dan kinerja keberlanjutan HM
UBUB They are zakat performance ratio and director-employee welfare contrast ratio. It shows that zakat issued by the Islamic base bank in Indonesia is stillThey are zakat performance ratio and director-employee welfare contrast ratio. It shows that zakat issued by the Islamic base bank in Indonesia is still
UBUB The results indicate that CAPM has a greater explanatory power than APT in the Indonesian Capital Market during the period 2008-2012. Furthermore, theThe results indicate that CAPM has a greater explanatory power than APT in the Indonesian Capital Market during the period 2008-2012. Furthermore, the