PELITABANGSAPELITABANGSA

DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASARDIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Peningkatan kasus kekerasan dan pelanggaran hak anak di sekolah dasar terjadi baik secara global maupun nasional, meliputi perundungan, kekerasan fisik dan verbal, pengabaian, hingga kekerasan digital. Walaupun kebijakan perlindungan anak telah tersedia, implementasinya di lapangan masih menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Dampaknya bersifat luas, seperti trauma psikologis, penurunan prestasi akademik, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika utama, faktor penyebab, praktik yang berjalan, serta merumuskan model intervensi berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan berbagai pihak sekolah. Analisis tematik dengan triangulasi dan member checking memastikan validitas temuan. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan dipengaruhi faktor individu, institusional, dan kebijakan, sementara program yang ada masih parsial. Penelitian ini menawarkan model intervensi empat komponen yaitu pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pemulihan serta strategi keberlanjutan berbasis integrasi kurikulum, pelatihan, dan kolaborasi multisektor untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Penelitian ini mengungkap bahwa problematika perlindungan anak di sekolah dasar bersifat multidimensi, mencakup kelemahan sistemik pada tingkat institusi dan kebijakan, sehingga memerlukan pendekatan sistemik kontekstual yang mengintegrasikan pencegahan proaktif, deteksi dini, penanganan responsif, dan program pemulihan terukur.Secara praktis, model intervensi yang diusulkan menawarkan strategi terintegrasi berupa penguatan kurikulum berbasis hak anak, pelatihan rutin bagi guru, serta kolaborasi multisektor untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas model ini secara kuantitatif dengan sampel yang lebih besar serta melakukan studi longitudinal guna menilai dampak jangka panjang.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kuasi‑eksperimental dengan sampel yang lebih luas di berbagai wilayah untuk mengukur efektivitas model intervensi empat komponen dalam menurunkan tingkat bullying, mengurangi gejala trauma, dan meningkatkan prestasi akademik siswa; selanjutnya, penting untuk mengembangkan dan menguji sebuah aplikasi seluler yang memungkinkan guru, siswa, dan orang tua melaporkan tanda‑tanda awal perundungan siber atau pengabaian secara real‑time, sehingga dapat mempercepat respons dan intervensi; terakhir, peneliti dapat menyelidiki peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam program perlindungan anak di sekolah, mengevaluasi bagaimana keterlibatan mereka dapat meningkatkan penerimaan budaya serta keberlanjutan intervensi, dengan menggunakan pendekatan mixed‑methods untuk menilai dampak sosial dan psikologisnya.

  1. School‐Based Health Services in Virginia and the COVID‐19 Pandemic - Kranz - 2022... doi.org/10.1111/josh.13147SchoolyAAAaBased Health Services in Virginia and the COVIDyAAAa19 Pandemic Kranz 2022 doi 10 1111 josh 13147
Read online
File size266.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test