UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Analisis saluran pemasaran salak, biaya pemasaran dan margin pemasaran di lembaga pemasaran di Desa Batu Layan, Kecamatan Angkola Julu sangat penting untuk diketahui, sebagai dasar memahami sebaran margin dari kegiatan pemasaran. Populasi petani salak di desa Batu Layan sebanyak 65 orang, sehingga diambil sampel sebanyak 24 petani salak. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kusioner dengan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan biaya pemasaran yang dikeluarkan setiap lembaga, margin pemasaran dan farmer share dalam setiap saluran, serta saluran yang paling efisien digunakan oleh petani salak di desa Batu Layan.

Berdasarkan penelusuran pola saluran pemasaran komoditi salak, terbentuk tiga pola saluran pemasaran salak di Desa Batu Layan, Kecamatan Angkola Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu.- Petani - Pedagang Pengecer - Konsumen.Pada saluran I terdapat 5 orang petani dengan luas lahan 1 hektar dan kualitas buah jumbo, harga jual Rp.- Petani - Pedagang Pengumpul - Pedagang Pengecer.Saluran II melibatkan 4 petani dengan luas lahan 1 hektar dan kualitas buah jumbo, harga jual Rp.- Petani - Pedagang Pengumpul Desa - Pedagang Pengumpul Besar - Pedagang Pengumpul Luar Daerah - Pedagang Pengecer - Konsumen.Saluran III melibatkan 15 petani dengan luas lahan 2-3 hektar dan kualitas buah jumbo-kecil, harga jual Rp.Margin terbesar terjadi di saluran III dengan nilai Rp.000/Kg, kemudian saluran II dengan nilai Rp.000/Kg dan saluran I dengan nilai Rp.Biaya pemasaran tertinggi pada saluran III sebesar Rp.Farmers share terbesar diperoleh petani pada saluran I sebesar 70%, kemudian saluran II sebesar 41,66% dan terendah pada saluran III sebesar 26,66%.

Untuk meningkatkan efisiensi pemasaran salak, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi pemasaran yang optimal. Studi ini dapat fokus pada pengembangan model bisnis yang mengintegrasikan petani dengan pedagang pengecer secara langsung, mengurangi perantara, dan meminimalkan biaya pemasaran. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi pasar baru dan strategi branding untuk meningkatkan nilai jual salak. Dengan demikian, petani salak dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan pasar salak dapat berkembang secara berkelanjutan.

Read online
File size1.17 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test